**SOLO** - Penanggalan Jawa untuk hari Kamis, 21 Mei 2026, bertepatan dengan Kamis Pon, 4 Besar 1959, Tahun Dal, Windu Sancaya, dan Wuku Warigalit. Penjelasan mengenai rincian weton serta peringatan pada hari tersebut dipaparkan oleh Ki Totok Yasmiran, seorang ahli penanggalan Jawa dari Museum Radyapustaka Solo.
Menurut perhitungan penanggalan Jawa, weton Kamis Pon memiliki jumlah neptu 15. Pemilik weton ini umumnya dikenal memiliki banyak bakat, suka menolong, bercita-cita tinggi, serta gemar mencari kemajuan lahir dan batin. Namun, mereka juga memiliki sisi kurang baik, seperti mudah curiga, kurang memercayai orang lain, serta memiliki kecenderungan untuk memamerkan kekayaan dan kepandaian. Karakter weton ini dipengaruhi oleh *Lakuning Srengenge* yang terang dan berwibawa, serta *Satriya Wirang* yang berbudi luhur tetapi sering mendapatkan malu.
Sementara itu, Wuku Warigalit yang menaungi hari tersebut dilambangkan oleh dewa Sang Hyang Asmara yang rupawan. Karakteristik wuku ini digambarkan lewat pohon Sulastri yang disenangi banyak orang dan burung Kepodhang yang cemburuan serta enggan berkumpul dalam pertemuan. Seseorang yang berada di bawah naungan wuku ini dinilai mampu sukses di mana saja dan bersungguh-sungguh dalam meraih keinginan, meskipun memiliki kelemahan mudah tersangkut dalam suatu perkara.
Selama tujuh hari dalam Wuku Warigalit, posisi Kala dilaporkan berada di atas. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak memanjat atau melakukan aktivitas yang menuju ke arah atas untuk urusan-urusan yang sangat penting.
Selain itu, hari Kamis Pon pada wuku ini dikategorikan sebagai hari *taliwangke* yang jatuh pada hari Kamis, sehingga disebut juga dengan istilah *Warigamis*. Untuk menghindari kemalangan pada hari tersebut, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak terlena, serta menghindari bepergian jauh karena adanya potensi halangan atau musuh sakti yang siap menghadang.
Dilansir dari berbagai sumber.
