Tahukah Kamu, Dulu Delanggu Klaten Disebut Dilonggo?

[lwptoc]

**KLATEN** — Kecamatan Delanggu di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memiliki rekam jejak sejarah penamaan yang unik. Sekitar 280 tahun lalu, wilayah ini sempat disebut dengan nama "Dilonggo" dalam dokumen kolonial. Fakta sejarah tersebut tercatat dalam buku perjalanan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Baron Van Imhoff, ketika melakukan kunjungan kerja ke wilayah Jawa Tengah pada pertengahan abad ke-18.

Catatan perjalanan Van Imhoff tersebut ditulis ulang oleh Residen Yogyakarta, LF. Diengemans, pada 21 Maret 1925. Berdasarkan dokumen tersebut, rombongan Gubernur Jenderal berangkat dari Batavia pada 24 Maret 1746 menggunakan kapal menuju Semarang, lalu melanjutkan perjalanan darat. Pada 19 Mei 1746, rombongan tiba di wilayah Delanggu setelah menempuh perjalanan selama empat jam dari Surakarta menggunakan kuda dan tandu melalui jalanan yang rusak, berlumpur, dan tergenang air. Diengemans menuliskan tempat peristirahatan tengah hari tersebut dengan nama "Dilonggo".

Pegiat sejarah Klaten, Hari Wahyudi, mengonfirmasi bahwa nama "Dilonggo" dalam catatan harian Van Imhoff memang merujuk pada wilayah Delanggu saat ini. Identifikasi ini didasarkan pada jarak dan waktu tempuh menggunakan transportasi era VOC. Setelah beristirahat di Dilonggo, rombongan Van Imhoff melanjutkan perjalanan menuju Gondang, yang kini masuk wilayah Kecamatan Kebonarum ke arah Yogyakarta, dengan menghadapi berbagai kesulitan akses jalan serta kekurangan perbekalan.

Di sisi lain, tokoh masyarakat Delanggu, Atok Susanto, menjelaskan bahwa asal-usul nama Delanggu berasal dari kata "Dlangung" atau "dalan agung" yang berarti jalan besar pada era Mataram Islam. Karena fungsinya sebagai jalan raya utama, jalur Delanggu kerap dilewati masyarakat, termasuk sebagai rute pemakaman raja-raja Surakarta menuju Imogiri. Dahulu, kawasan ini didominasi oleh rawa-rawa dan aliran sungai purba sebelum akhirnya pemerintah kolonial Belanda meluruskan aliran Sungai Pusur untuk mempermudah pembangunan rel kereta api dan pabrik gula.

Dilansir dari berbagai sumber.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram