Wapres Gibran Terbang Lampion Waisak di Borobudur, Gaungkan Semangat Toleransi dan Persatuan

Juni 2, 2026 | 
[lwptoc]

MAGELANG, KOMPAS.com — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut memeriahkan peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE dengan menerbangkan lampion di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu malam, 31 Mei 2026. Kehadiran Gibran dalam perayaan sakral ini tidak hanya sebatas mengikuti prosesi, melainkan juga membawa pesan mendalam tentang pentingnya menjaga toleransi dan persatuan di tengah keberagaman bangsa.

Prosesi penerbangan lampion menjadi salah satu puncak perayaan Waisak yang selalu dinantikan. Gibran, yang tampil pada sesi kedua sekitar pukul 22.30 WIB, menerbangkan lampion bersama sejumlah tokoh penting lainnya. Turut mendampingi adalah Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) S Hartati Murdaya dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. Beberapa menteri Kabinet Merah Putih, seperti Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar, juga terlihat ambil bagian dalam kegiatan simbolis tersebut, menandakan dukungan penuh pemerintah terhadap perayaan keagamaan ini.

Sebelum momen penerbangan lampion yang memukau langit Borobudur, Gibran menghadiri acara Dharmasanti Waisak di Taman Lumbini. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan Waisak di Borobudur bukan hanya sekadar perayaan keagamaan semata, melainkan juga sebuah representasi nyata bahwa Indonesia adalah rumah bersama bagi seluruh pemeluk agama. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi perdamaian, menghargai keberagaman, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan fundamental bagi bangsa.

Lebih lanjut, Gibran menyampaikan bahwa persatuan dan perdamaian merupakan fondasi esensial bagi Indonesia dalam mewujudkan pembangunan sebagai bangsa yang besar. Ia secara khusus mengajak seluruh umat Buddha untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga perdamaian, memperkuat semangat toleransi antarumat beragama, serta berkontribusi aktif dalam memelihara persaudaraan lintas agama. Wapres juga menyoroti relevansi nilai-nilai ajaran Buddha, seperti cinta kasih (metta), kasih sayang (karuna), dan kebijaksanaan (panna), sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern. “Mari kita wariskan kepada anak dan cucu kita Indonesia yang lebih rukun, adil, sejahtera dan bermartabat,” ajaknya.

Peringatan Waisak, yang setiap tahunnya diperingati sebagai hari suci untuk mengenang tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama – yakni kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian penerangan agung hingga menjadi Buddha, serta wafatnya Buddha Gautama (parinibbana) – tahun ini mengusung tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”. Pesan-pesan yang disampaikan Gibran sejalan dengan spirit tema tersebut, menegaskan komitmen Indonesia untuk terus merawat harmoni dan kedamaian.

Bantu Vote 5 Bintang Yuks !!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram