Sebuah insiden yang melibatkan mobil pengangkut program Makan Bergizi Gratis (MBG) baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah videonya viral di berbagai platform media sosial. Kendaraan tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan serius di wilayah Pati, Jawa Tengah.
Peristiwa nahas itu terjadi saat mobil kehilangan kendali dan menabrak sebuah rumah warga. Akibat benturan keras itu, kondisi rumah mengalami kerusakan yang cukup parah pada beberapa bagiannya.
Video rekaman kejadian ini dengan cepat menyebar luas di jagat maya, terutama di platform Instagram. Salah satu akun yang turut membagikan rekaman dramatis ini adalah akun komunitas bernama 'komunitas anak asli Pati'.
Dalam tayangan video yang viral itu, terlihat jelas bagaimana mobil berwarna putih tersebut melaju hingga masuk ke dalam bangunan rumah warga. Pemandangan ini sontak mengejutkan banyak pihak yang menyaksikan.
Dampak tabrakan itu mengakibatkan kerusakan signifikan pada struktur rumah. Bagian tembok rumah terlihat hancur, dan beberapa perabotan di dalamnya juga turut mengalami kerusakan akibat benturan.
Menyikapi insiden ini, Ketua RT 14 RW 2 Desa Sundoluhur, Bapak Sugihartono, memberikan keterangan resmi mengenai kronologi kejadian kepada para wartawan di Pati pada hari Rabu (6/3/2026).
Menurut penjelasan Bapak Sugihartono, kecelakaan tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, saat kondisi siang hari yang cerah.
Ia melanjutkan, peristiwa bermula ketika mobil pengangkut MBG tersebut baru saja menyelesaikan tugasnya mengantarkan hidangan nasi gratis kepada warga di sekitar lokasi.
Setelah proses pengantaran selesai, pengemudi berniat untuk memarkirkan mobil berpelat nomor B 9409 PCT di pinggir jalan, seperti biasa dilakukan.
Namun, diduga kuat sang sopir belum memiliki keahlian yang memadai dalam mengendalikan kendaraan. Dalam upaya memarkirkan mobil, terjadi kesalahan fatal yang tak terduga.
Sopir justru menginjak pedal gas alih-alih pedal rem, sehingga menyebabkan mobil melaju tak terkendali dan langsung menabrak bangunan rumah yang berada di dekat lokasi parkir.
"Selepas nganter nasi itu dari MBG, ceritanya itu sudah parkir di situ. Parkir, kemudian di tengah jalan mau dipinggirkan sama petugas mungkin belum pandai nyetir atau bagaimana, ditancap gas masuk ke rumah sini," terang Sugihartono, menirukan kesaksian yang diperolehnya dari warga setempat.
Beruntungnya, dalam insiden yang mengejutkan ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Semua penghuni rumah maupun pihak yang terlibat dalam mobil selamat dari musibah tersebut, sebuah kabar yang sangat melegakan.
Meskipun demikian, kerugian material yang dialami oleh pemilik rumah cukup besar. "Korban tidak ada, korban selamat, yang rusak ini kelihatannya tembok, lemari tempat tidur rusak semua," imbuh Bapak Sugihartono, merinci kerusakan yang terjadi.
Setelah kejadian, kedua belah pihak, yakni perwakilan dari program MBG dan keluarga korban, segera melakukan mediasi untuk mencari penyelesaian terbaik dan kekeluargaan.
Hasil dari proses mediasi ini adalah kesepakatan damai secara kekeluargaan. Pihak pengendara mobil, atau pihak yang bertanggung jawab atas program MBG (disebut SPPG dalam kesepakatan), menyatakan kesediaannya untuk menanggung seluruh kerugian.
Total kerugian material yang disepakati untuk diganti rugi mencapai Rp 10 juta, dan pihak SPPG menyatakan setuju untuk membayarkan jumlah tersebut demi menyelesaikan permasalahan ini.
"Sepakat itu ganti rugi kekeluargaan. Kerugian semua tadi Rp 10 juta, dari SPPG bersedia," kata Sugihartono, menegaskan hasil musyawarah yang telah dicapai.
Meskipun warga sempat merasakan kemarahan dan kekecewaan atas insiden tersebut, mereka bersyukur bahwa tidak ada korban jiwa dan masalah dapat diselesaikan secara kekeluargaan dengan baik.
"Warga marah tentu, kita di sini kekeluargaan ganti rugi ada korban tidak ada, sudah alhamdulillah," pungkasnya, menunjukkan semangat gotong royong dan penyelesaian masalah yang bijaksana di tengah musibah.
Sementara itu, tim redaksi detikJateng telah berupaya menghubungi Kanit Gakkum Satlantas Polresta Pati untuk mendapatkan konfirmasi dan keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait peristiwa ini.
Namun, hingga berita ini diturunkan dan ditulis, belum ada respons maupun tanggapan resmi yang diterima dari pihak kepolisian setempat mengenai insiden tabrakan tersebut.
