Keindahan Telaga Sarangan, Wisata Kab. Magetan – 60 km dari Kota Surakarta

Bagi para penduduk Jawa Tengah dan Jawa Timur khususnya daerah Magetan dan sekitarnya, sudah tidak asing lagi dengan Telaga Sarangan. Tempat wisata berlokasi di Magetan timur yang menjadi Ikon destinasi wisata Kota Magetan. Telaga sarangan atau Telaga Pasir ini tepatnya terletak di Lereng Gunung Lawu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Meski berlokas di Magetan Jawa Timur, Telaga Sarangan berjarak cukup dekat dengan Kota Solo, berjarak sekitar 60 km dari pusat kota. Kebanyakan orang yang berwisata ke Solo akan menyempatkan waktunya untuk mengunjungi tawangmangu lanjut lagi ke jalan tembus cemoro sewu dan terakhir ke Telaga Sarangan

Telaga alami ini memiliki luas 30 hektar serta kedalaman 28 meter, dengan suhu udara yang sejuk sekitar 15 – 20 derajat celcius. Obyek wisata ini tidak jauh dari obyek wisata Air terjun Grojogan Sewu yang terletak di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Wisata yang menyuguhkan pesona keindahan pemandangan Telaga Sarangan ini, Tak heran menjadi daya tarik bagi banyak turis domestic maupun mancanegara setiap tahunnya.

Obyek wisata yang menjadi andalan Kota Magetan tersebut, juga memiliki legenda kuno tentang asal usul Telaga sarangan, yang sudah terkenal di masyarakat sekitar. Pada zaman dahulu konon kyai pasir (kyai jajilung) dan nyai pasir (nyai Jalilung) berubah wujud menjadi ular naga yang besar, bersunggut, dan menyeramkan setelah memakan sebuah telur yang ditemukan kyai pasir diladang saat hendak berladang, setelah makan telur tersebut kyai pasir dan nyai pasir merasa badannya panas, kaku terasa sakit, mata berkunang – kunang serta keluar keringat dingin di sekujur tubuh.

Akhirnya, karena tidak dapat menahan rasa sakitnya merekapun rebah ke tanah, dan hal gaib pun terjadi mereka berubah menjadi naga.  Ketika mereka berubah wujud kedua naga tersebut berguling –  guling  dan menggeliat kesana kemari, sehingga membuat tanah – tanah tersebut berserakan menjadi cekungan seperti sebuah galian tanah yang luas karena dahsyatnya gulingan dan geliatan naga tersebut lalu tiba – tiba air menyembur dengan besarnya, dan dalam sekejap memenuhi cekungan tersebut. Dan jadilah kolam yang luas dan dalam yang disebut Telaga.

Karena cerita legenda tersebut, setiap tahunnya masyarakat sekitar mengadakan ritual seperti contoh labuh sesaji di jumat pon bulan Ruwah dan Ledug Sura1 Muharram  sebagai rasa syukur masyarakat setempat dan bagi para pengujung juga dapat mengikuti ritual tersebut.

Tidak hanya ritual yang menjadi event penting tahunan yang berada di Telaga saragan, selain itu ada juga pesta kembang api setiap pergantian tahun dan juga liburan sekolah ketika pertengahan tahun.

Di Tempat wisata pengunjung dapat menikmati 2 tempat wisata sekaligus, yakni Telaga dan air terjun. Meskipun telaga ini tidak terlalu luas, namun ditengah telaga terdapat pulau kecil, tidak diketahui apa yang ada didalamnya, akan tetapi pulau ini tidak dibuka untuk wisatawan umum.

Di sebelah barat Telaga Sarangan terdapat hutan pinus yang dihuni oleh para kera, apabila sedang sepi kera – kera tersebut turun ke jalan.

Bagi pengujung yang ingin menyusuri  keindahan Telaga Sarangan,  bisa berkeliling dengan menaiki kuda atau mengendarai kapal cepat. Jika ingin menikmati keindahan air jernih dari telaga ini para pengunjung disediakan jasa sewa perahu motor dan becak air untuk  menjelajahi Telaga Sarangan. Hal ini tentu menjadikan tempat wisata ini rekomendasi untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman – teman.

Apabila sudah cukup menelusuri Telaga Sarangan, pengunjung dapat melanjutkan wisata ke Air Terjun Tirtosari, perjalanan menuju Air Terjun Tirtosari cukup relative mudah dilewati. Pintu masuk air terjun tersebut berada disebelah barat telaga, dengan patung pesawat berada didepannya.

Perjalanan menuju Air Terjun Tirtosari sekitar 2,5 km. perjalanan awal sekitar 1,5 km dapat ditempuh dengan naik kuda, selanjutnya hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Di sepanjang jalan menuju air terjun mata kita dimanjakan oleh pemandangan kebun sayur penduduk.

Dengan panorama alam yang tidak diragukan lagi, akan kurang jadinya jika tidak mengabadikan momen disetiap tempat tersebut. Pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang  telaga yang jernih dan membentang luas serta pemandangan Gunung Lawu yang melengkapi indahnya Telaga Sarangan ini. Tempat wisata ini juga memiliki fasilitas lainnya seperti taman, tempat bermain, pasar wisata, rumah makan, tempat parkir, tempat ibadah, dan kamar mandi.

Tentunya obyek wisata ini juga memiliki banyak hidangan alternative bagi para pengunjung yang salah satunya yaitu sate kelinci, menikmati sate kelinci dengan beralaskan tikar yang menghadap Telaga Sarangan, tak hanya sate kelinci ada juga emping mlinjo, dan lempeng atau yang sering disebut kerupuk puli (kerupuk yang berasal dari nasi), yang bisa menjadi oleh – oleh bagi keluarga dan teman –  teman.

Salah satu yang tidak boleh ketinggalan adalah cenderamata dari Telaga Sarangan, yang berupa kaos bertuliskan Telaga Sarangan, kerajinan souvenir dari anyaman bambu, kerajinan kulit, dan kerajinan sepatu  yang diproduksi oleh industry kecil didaerah setempat.

Adapun pengunjung yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di Telaga Sarangan, banyak disediakan tempat penginapan yang beragam, mulai dari yang mewah sampai yang biasa. Akan tetapi  jangan khawatir tentang harganya, tetap sesuai dengan harga kantong tentunya.

Leave a Comment