Sujud Syukur Warnai Kepulangan Jemaah Haji Kloter 1 Debarkasi Solo

Juni 3, 2026 | 
[lwptoc]

Rombongan jemaah haji kloter pertama Debarkasi Solo telah kembali ke Tanah Air, mendarat dengan selamat pada Selasa malam. Kedatangan mereka disambut dengan suasana haru dan rasa syukur yang mendalam di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Sekitar pukul 22.20 WIB, bus-bus yang mengangkut para jemaah haji Kloter 1 tiba di Asrama Haji Donohudan. Setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci, momen ini menjadi penantian yang penuh sukacita bagi para jemaah serta keluarga yang telah menanti.

Para jemaah segera diarahkan menuju Gedung Muzdalifah untuk menjalani prosesi serah terima yang telah disiapkan oleh panitia penyambutan. Namun, sebelum memasuki gedung, terlihat pemandangan yang menyentuh hati di area penurunan penumpang.

Sejumlah jemaah tidak kuasa menahan haru dan langsung bersimpuh melakukan sujud syukur di tanah. Aksi spontan ini menjadi wujud ungkapan terima kasih mereka kepada Tuhan atas kelancaran dan keselamatan selama menunaikan ibadah haji hingga kembali ke kampung halaman.

Pemandangan sujud syukur ini menarik perhatian dan menjadi simbol betapa besar rasa syukur yang dirasakan oleh para jemaah. Sebuah pasangan suami istri, Imam Subahi (53) dan Hamidah (49), menjadi salah satu dari sekian banyak jemaah yang melakukan sujud penuh penghayatan tersebut.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa kembali dengan selamat ke Tanah Air," ujar Imam Subahi seusai menunaikan sujud syukurnya di area Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, pada Selasa malam itu. Raut wajahnya memancarkan kelegaan dan kebahagiaan.

Imam Subahi menceritakan pengalamannya selama di Tanah Suci. Menurutnya, perjalanan ibadah haji tahun ini memberikannya pengalaman yang luar biasa, penuh makna, dan semua prosesnya berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.

"Perjalanan kami sangat lancar, dan hari ini kami tiba kembali di Tanah Air. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk pemerintah yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi kami semua," tambahnya dengan tulus.

Sujud yang dilakukannya bersama sang istri adalah ungkapan terima kasih karena telah mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sempurna dan kembali ke Donohudan dalam keadaan sehat walafiat. Ini adalah puncak dari rasa syukur atas kelancaran seluruh prosesi perjalanan spiritual tersebut.

Selain ekspresi syukur, perhatian juga tertuju pada beragam oleh-oleh yang dibawa oleh para jemaah. Terlihat banyak dari mereka yang menenteng boneka unta, mulai dari ukuran kecil hingga yang cukup besar. Oleh-oleh ini tentunya akan menjadi kenang-kenangan manis bagi keluarga di rumah.

Salah satu jemaah, Bapak Karta dari Kabupaten Tegal, dengan bangga menunjukkan boneka unta yang dibawanya. Ia mengaku telah membeli delapan boneka unta saat berada di Madinah, khusus sebagai oleh-oleh untuk cucu-cucunya.

"Saya beli di Madinah, ada delapan biji. Ini untuk cucu-cucu di rumah," kata Karta. Ia juga menyampaikan kebahagiaan dan kebanggaannya karena dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke pelukan keluarga.

Jemaah lain, Ani Nurmah (40), juga tampak membawa boneka unta berukuran besar. Ani menceritakan bahwa ia membeli lima boneka unta, namun empat di antaranya telah dikirim melalui jasa pos.

"Empat boneka sudah saya kirim lewat pos, khawatir tidak lolos pemeriksaan di bandara. Yang satu ini saya bawa sendiri, sebagai oleh-oleh untuk anak," jelas Ani sambil tersenyum, menunjukkan boneka unta yang dibawanya.

Momen kepulangan ini turut disambut langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Beliau hadir untuk menyambut para "tamu Allah" ini dan menyampaikan ucapan terima kasih serta selamat datang kembali di Tanah Air.

Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa para jemaah adalah duta masyarakat Indonesia, khususnya perwakilan dari Provinsi Jawa Tengah. Beliau mendoakan agar haji yang telah ditunaikan menjadi haji yang mabrur dan diterima oleh Allah SWT.

"Semoga haji yang Bapak Ibu laksanakan menjadi haji yang mabrur, diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan menjadi berkah bagi diri Bapak Ibu beserta keluarga," tutur Luthfi, sembari juga mendoakan kesehatan dan harapan agar jemaah dapat kembali menunaikan haji di masa mendatang.

Tidak lupa, Ahmad Luthfi juga berpesan kepada para jemaah agar sekembalinya ke rumah, mereka dapat terus mewarnai lingkungan sekitar dengan ibadah yang lebih rajin dan menjadi teladan bagi masyarakat. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya menjaga kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari.

Kepulangan kloter pertama ini menjadi awal dari serangkaian kedatangan jemaah haji Debarkasi Solo berikutnya, membawa serta cerita, pengalaman spiritual, dan harapan baru setelah menyelesaikan salah satu rukun Islam yang paling mulia.

Bantu Vote 5 Bintang Yuks !!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram