Puncak Candi Borobudur Segera Bermahkotakan Chattra Perunggu 6,2 Meter, Diharapkan Jadi Living Heritage Global

Mei 31, 2026 | 
[lwptoc]

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengonfirmasi bahwa chattra (payung) perunggu akan dipasang di puncak Candi Borobudur pada bulan Agustus mendatang. Pemasangan ini diharapkan dapat mentransformasi Candi Borobudur menjadi 'living heritage' atau warisan hidup yang aktif dan berkelanjutan.

Fadli Zon menjelaskan bahwa chattra dengan diameter sekitar 6,2 meter tersebut dibuat oleh seorang seniman berbakat asal Yogyakarta. "Ini permintaan dari umat Buddha, dari Dirjen Bimas Buddha, dari organisasi-organisasi Buddha terbesar," ungkap Fadli saat ditemui di sela Pameran Filateli di Semarang. Ia menambahkan, tujuan utama pemasangan ini adalah agar Borobudur tidak hanya dikenal sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai pusat spiritual yang hidup bagi umat Buddha dunia.

Chattra ini terbuat dari perunggu dan akan dilapisi emas, sebuah pilihan material yang disengaja. Fadli menegaskan bahwa material perunggu lebih ringan dan adaptif dibandingkan batu. "Bukan dari batu. Adaptasi istilahnya itu," jelasnya, seraya menambahkan bahwa model chattra serupa telah banyak digunakan di berbagai situs Buddha di seluruh dunia, termasuk di tempat kelahiran Sang Buddha, India, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Myanmar.

Pemasangan chattra ini juga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur, baik untuk tujuan sejarah maupun religi. "Dengan begitu akan semakin banyak yang hadir baik wisatawan karena alasan sejarah. Karena alasan religi, ya mudah-mudahan semakin banyak juga nanti umat Buddha dari seluruh dunia yang datang ke sini," harap Fadli. Ia menargetkan potensi kunjungan 5-6 juta umat Buddha dari total sekitar 500-600 juta umat Buddha di seluruh dunia.

Dalam rangka persiapan, patung Mbah Belet, yang oleh masyarakat lokal disebut sebagai 'unfinished Buddha', telah dipindahkan ke lapangan Kenari di kompleks Candi Borobudur. Fadli juga menyebutkan bahwa miniatur chattra sempat dikirab sebagai bagian dari upaya sosialisasi kepada masyarakat. Ia menggarisbawahi bahwa UNESCO sendiri turut mendorong upaya menjadikan situs-situs warisan dunia sebagai 'living heritage', sebuah konsep yang sejalan dengan tujuan pemasangan chattra ini.

Bantu Vote 5 Bintang Yuks !!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram