Puluhan Jemaah Umrah Asal Temanggung Gagal Berangkat, Diduga Jadi Korban Penipuan Biro Perjalanan

Juni 5, 2026 | 
[lwptoc]

Sebuah kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Temanggung, di mana puluhan calon jemaah umrah harus menelan kekecewaan mendalam setelah keberangkatan mereka ke Tanah Suci mendadak dibatalkan. Para jemaah ini bukan hanya gagal berangkat, melainkan juga harus mengalami perjalanan yang berliku, mulai dari diantar ke Jakarta, menginap di hotel selama berhari-hari, hingga akhirnya dipulangkan kembali ke daerah asal tanpa bisa menunaikan ibadah umrah.

Insiden ini diduga kuat sebagai kasus penipuan yang melibatkan sebuah biro perjalanan umrah lokal. Sebanyak 32 jemaah yang menjadi korban merasa dirugikan secara materiil dan moril, dengan total kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah. Kisah pahit ini menambah panjang daftar kasus serupa yang menimpa masyarakat yang berniat melaksanakan ibadah.

Rombongan jemaah yang berjumlah 32 orang ini tercatat sebagai bagian dari salah satu biro umrah yang beroperasi di Kabupaten Temanggung. Biro tersebut dikelola oleh seorang perempuan yang hanya disebutkan berinisial M. Kepercayaan yang telah diberikan oleh para calon jemaah kepada biro ini kini berbuah kekecewaan yang mendalam.

Biro perjalanan umrah ini menawarkan dua jenis paket ibadah. Paket pertama adalah umrah selama 12 hari dengan biaya sebesar Rp 33,5 juta per jemaah. Sementara itu, ada pula paket khusus umrah full puasa Ramadan selama 45 hari yang ditawarkan dengan harga Rp 45 juta. Kedua paket ini menarik minat puluhan warga yang ingin beribadah di bulan suci.

Perjalanan yang seharusnya membawa mereka ke Tanah Suci dimulai pada Jumat, 13 Februari 2026. Dari Temanggung, rombongan jemaah diantar menuju Jakarta menggunakan bus, dengan rencana untuk transit semalam. Keesokan harinya, Sabtu, 14 Februari, mereka dijadwalkan akan terbang langsung menuju Arab Saudi.

Namun, harapan untuk segera menginjakkan kaki di Tanah Suci sirna. Pada hari yang telah dinanti-nanti, tidak ada tanda-tanda keberangkatan. Pihak biro perjalanan beralasan bahwa visa para jemaah belum juga turun, menyebabkan penundaan yang tidak terduga dan memicu kekhawatiran di kalangan jemaah.

Penundaan ini memaksa ke-32 jemaah untuk memperpanjang masa tinggal mereka di Jakarta. Mereka harus bermalam di salah satu hotel yang berlokasi dekat bandara selama sembilan hari penuh. Situasi ini tentu menimbulkan kebingungan dan kegelisahan, mengingat mereka sudah jauh-jauh datang dengan persiapan penuh untuk beribadah.

Setelah sembilan hari menunggu tanpa kepastian yang jelas mengenai keberangkatan mereka, para jemaah justru menerima kabar yang lebih pahit. Mereka akhirnya dipulangkan kembali ke Temanggung, dengan membawa serta kekecewaan dan impian yang pupus untuk menunaikan ibadah umrah pada waktu yang telah direncanakan.

Dewi Prawestri (34), putri dari salah satu jemaah yang gagal berangkat, Siti Jariyah (60), mengungkapkan kronologi kejadian. "Berangkatnya tanggal 13 Februari. Itu dari Temanggung sekitar Magrib naik bus. Selang satu hari (tanggal 14) berangkat (menuju Arab Saudi)," kenang Dewi saat dihubungi pada Kamis, 4 Juni 2026. Ia mengisahkan bagaimana ibunya bersama rombongan lain mengalami penundaan berturut-turut.

Dewi menambahkan bahwa rombongan yang gagal diberangkatkan berjumlah 32 orang, termasuk ibunya. Dari jumlah tersebut, dua orang mengambil paket umrah 12 hari, sementara 30 orang lainnya memilih paket full Ramadan selama 45 hari. Awalnya, pihak keluarga tidak menaruh curiga ketika biro menyampaikan alasan visa belum turun.

Namun, setelah beberapa hari berlalu dan tidak ada kejelasan mengenai jadwal keberangkatan, kecurigaan mulai muncul. "Kita menghubungi (pemilik biro umrah), tapi disampaikan menunggu visa," ujar Dewi, menggambarkan upaya mereka mencari informasi yang selalu berujung pada jawaban yang sama. Ketidakpastian selama di hotel di Jakarta semakin menambah kekhawatiran.

Informasi mengenai pemulangan pun disampaikan secara mendadak kepada para jemaah. Bahkan, lokasi penurunan bus di Temanggung sempat berubah-ubah, dari Alun-alun hingga halte, yang membuat beberapa keluarga tidak siap menjemput. Atas desakan keluarga, para jemaah akhirnya diturunkan di kantor biro umrah untuk mencari kejelasan dan membuat kesepakatan tertulis.

Saat itu, pemilik biro, M, menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab penuh dan menjanjikan pengembalian uang sebesar 100 persen. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat perjanjian dengan tenggat waktu satu bulan, yaitu hingga tanggal 22 Maret. Harapan sempat membuncah, namun kenyataannya janji tersebut tidak ditepati.

Ketika tiba masa jatuh tempo pada 22 Maret, yang kebetulan bertepatan dengan suasana Lebaran, pihak biro tidak menunjukkan inisiatif untuk menghubungi para jemaah. Setelah Lebaran, M menjadi sulit dihubungi. Nomor teleponnya terkadang aktif dan berdering namun tidak diangkat, atau bahkan tiba-tiba tidak aktif sama sekali, membuat para jemaah semakin putus asa.

Merasa tidak ada iktikad baik dari pihak biro, perwakilan jemaah mencoba mendatangi rumah M, namun tidak berhasil menemuinya. Mereka juga mendatangi kantor biro umrah tersebut, yang ternyata telah tutup pada Rabu sore, 3 Juni. Situasi ini memperkuat dugaan penipuan di mata para korban.

Dewi Prawestri mengungkapkan bahwa total kerugian yang dialami oleh 32 jemaah ini mencapai sekitar Rp 1,47 miliar. Sebagian dari korban telah melaporkan dugaan penipuan ini ke Polres Temanggung. Meskipun laporan bisa diwakilkan, banyak jemaah lain yang juga bersiap untuk menempuh jalur hukum demi menuntut hak mereka. Kasus ini juga tidak hanya menimpa warga Temanggung, melainkan ada pula jemaah dari Malang, Bandung, Batang, dan daerah lainnya.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, membenarkan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas kasus dugaan penipuan yang merugikan jemaah umrah ini. "Pelapor sudah dimintai keterangan. Kami sekarang mengundang terlapor untuk dimintai keterangan," ujar Komang, menunjukkan bahwa proses hukum sedang berjalan.

Bantu Vote 5 Bintang Yuks !!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram