Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan ini menandai estafet kepemimpinan baru di BGN, menggantikan pejabat sebelumnya, Dadan Hindayana. Nanik S. Deyang diharapkan membawa angin segar dan inovasi dalam upaya peningkatan gizi di Tanah Air.
Sosok Nanik S. Deyang sendiri bukan nama asing, terutama di kalangan akademisi dan alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Ia merupakan salah satu alumni kebanggaan dari institusi pendidikan ternama tersebut.
Lebih spesifik, Nanik S. Deyang adalah lulusan Program Studi Biologi Lingkungan dari Fakultas Biologi Unsoed. Ia menempuh pendidikan tingginya sejak tahun 1983 dan berhasil menyelesaikan studi serta meraih gelarnya pada tahun 1988.
Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unsoed, Abdul Kholik, mengungkapkan bahwa dirinya telah lama mengenal Nanik S. Deyang. Interaksi keduanya terjalin erat melalui berbagai kegiatan dan forum alumni yang kerap mereka ikuti bersama.
Kholik menuturkan bahwa Nanik S. Deyang dikenal sebagai pribadi yang aktif dan memiliki kepedulian tinggi terhadap komunitas alumni. Hal ini terlihat dari partisipasinya dalam berbagai inisiatif yang digagas IKA Unsoed.
Sebelum mengemban amanah sebagai Kepala BGN, Nanik S. Deyang juga memiliki rekam jejak yang relevan. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, sebuah posisi yang memberikannya pemahaman mendalam tentang operasional dan tantangan di BGN.
"Beliau ini lulusan Unsoed angkatan 1983 Fakultas Biologi. Saya angkatan 1988, jadi memang agak jauh," ungkap Kholik saat dihubungi. Meskipun demikian, perbedaan angkatan tidak menghalangi mereka untuk menjalin komunikasi yang baik.
Kholik melanjutkan, "Tetapi selama ini beliau punya kepedulian terhadap alumni. Beberapa kali hadir dalam forum-forum alumni untuk sharing bagaimana alumni bisa terus berkolaborasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi negara."
Menurut Kholik, semangat kolaborasi yang selama ini ditunjukkan oleh Nanik S. Deyang merupakan modal penting. Kemampuan ini dinilai krusial dalam menjalankan tugas-tugas barunya yang kompleks sebagai pucuk pimpinan BGN.
Oleh karena itu, Ikatan Alumni Unsoed secara tegas menyatakan dukungan penuh kepada Nanik S. Deyang. Dukungan ini diharapkan dapat membantu Nanik dalam membenahi berbagai persoalan yang masih menjadi sorotan publik, terutama terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Saya melihat spirit beliau. Kami di Ikatan Alumni tentu memberikan dukungan kepada Bu Nanik untuk bisa membenahi BGN," kata Kholik. Ia juga menambahkan harapan agar Nanik tetap mendengarkan aspirasi publik dan berbagai masukan demi perbaikan program MBG.
Kholik juga menilai bahwa Nanik S. Deyang telah memiliki bekal dan pengalaman yang memadai untuk melakukan perbaikan di tubuh BGN. Ini bukan tanpa alasan, mengingat rekam jejaknya di BGN sebelumnya.
Sebelumnya, Nanik S. Deyang diberi tugas penting untuk melakukan supervisi serta pemantauan langsung di lapangan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Pengalaman ini memberinya perspektif langsung tentang dinamika dan tantangan di lapangan.
"Bu Nanik kemarin diberi tugas banyak melakukan supervisi dan turun ke lapangan. Saya kira beliau sudah punya bahan untuk bagaimana memperbaiki situasi dan kondisi di BGN, termasuk meningkatkan standar dapur SPPG agar lebih baik lagi," jelas Kholik.
Selain itu, Kholik juga menyoroti langkah proaktif BGN yang telah menjalin kerja sama dengan Kejaksaan di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di berbagai daerah.
Menurutnya, penguatan aspek pengawasan merupakan instrumen penting. Hal ini dapat menjadi kunci untuk mengidentifikasi dan memperbaiki berbagai kekurangan yang mungkin masih ditemukan dalam implementasi program di lapangan.
"Saya mendengar BGN juga sudah bekerja sama dengan Kejaksaan di seluruh Indonesia untuk menjadi bagian dari pengawasan langsung pelaksanaan MBG di lapangan," ujarnya. Kholik yakin optimalisasi kerja sama ini akan sangat bermanfaat.
Lebih lanjut, Kholik, yang juga merupakan anggota DPD RI dari Jawa Tengah, menilai Program Makan Bergizi Gratis sebagai inisiatif strategis. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas generasi muda, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah secara signifikan.
"Sebenarnya ini program yang bagus, program yang dibutuhkan untuk investasi generasi. Di sisi lain juga bisa menggerakkan ekonomi di daerah," pungkasnya. Ia berharap program ini dapat terus membentuk rantai pasok yang solid antara pelaku usaha desa, koperasi, kelompok tani, dan produk-produk lokal.
Selain aktif dalam pelaksanaan tugasnya di BGN, Nanik S. Deyang juga dikenal sangat aktif dalam berbagai kegiatan alumni Unsoed. Kholik menyebut, kehadiran Nanik dalam forum-forum alumni kerap memberikan motivasi dan inspirasi.
"Beberapa kali beliau hadir dan memberi motivasi kepada para alumni agar terus memberikan kontribusi terbaik melalui kolaborasi untuk bangsa dan negara. Itu yang selama ini menjadi spirit beliau," tutup Kholik.
