Persis Solo Bergerak Cepat Bentuk Tim Liga 2, Tantangan Regulasi Jadi Prioritas

Juni 4, 2026 | 
[lwptoc]

Manajemen Persis Solo kini dihadapkan pada tugas besar yang menantang: membangun kembali tim untuk menyongsong kompetisi Liga 2 musim depan. Pasca-degradasi, Laskar Sambernyawa harus beradaptasi dengan sejumlah kendala, terutama terkait penyesuaian regulasi yang berbeda antara Liga 1 dan Liga 2.

Proses pembentukan tim ini telah dimulai, meskipun Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, mengakui bahwa manajemen harus terus bergerak sembari menanti kepastian regulasi dari operator liga. Ginda belum dapat memastikan apakah akan ada perubahan regulasi atau tidak untuk musim depan.

"Iya, betul, kami membentuk tim sambil menunggu kepastian regulasi. Kami sudah melakukan koordinasi dan akan segera mengadakan owner meeting untuk menyamakan persepsi mengenai regulasi yang akan datang," kata Ginda saat dihubungi awak media pada Rabu (3/6/2026).

Ada beberapa perbedaan mendasar dalam regulasi antara Liga 1 dan Liga 2 yang harus diperhatikan Persis. Perbedaan tersebut mencakup kewajiban menggunakan pelatih lokal, kuota pemain muda, hingga pembatasan maksimal tiga pemain asing dalam skuad.

Untuk mengatasi tantangan ini, Persis Solo telah mengambil langkah strategis dengan membentuk Divisi Scouting dan Analis. Divisi ini memiliki peran krusial dalam menjaring nama-nama pelatih dan pemain yang berpotensi memperkuat Laskar Sambernyawa di musim depan.

Tim ini bertugas menganalisis secara mendalam berbagai profil, baik pelatih maupun pemain, untuk memastikan mereka sesuai dengan visi dan kebutuhan Persis Solo di Liga 2.

"Proses penyaringan pelatih dan pemain sudah dimulai, daftar nama sudah mulai mengerucut," jelas Ginda. Namun, ia kembali menekankan pentingnya menunggu kejelasan regulasi dan ketentuan Liga yang akan datang, termasuk format kompetisi itu sendiri.

Regulasi yang akan diterapkan nantinya akan sangat memengaruhi langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh manajemen. Misalnya, apakah format kompetisi akan sama seperti sebelumnya dengan dua grup, atau ada perubahan lain yang bisa mengubah strategi tim.

"Termasuk apakah sama seperti kemarin, akan ada dua grup, kita juga belum tahu. Itu semua akan mempengaruhi langkah-langkah kongkretnya seperti apa," imbuhnya, menunjukkan bahwa ketidakpastian regulasi menjadi faktor penentu utama.

Divisi Scouting dan Analis saat ini tengah bekerja keras menjaring banyak nama pelatih potensial yang nantinya akan dipersempit menjadi kandidat utama untuk menukangi Persis. Bersamaan dengan itu, tim juga intensif mengidentifikasi dan menjaring pemain-pemain yang akan diboyong.

Ketika ditanya mengenai fokus utama, apakah pada pelatih terlebih dahulu atau bersamaan dengan pemain, Ginda menjawab bahwa semua berjalan secara paralel. Pendekatan ini dipilih agar Persis tidak ketinggalan langkah dari tim-tim lain yang juga tengah mempersiapkan diri.

"Paralel ya. Kita mau buru-buru tapi tidak gegabah. Yang jelas tim analis dan scouting akan menyiapkan semua datanya, potensi pemain dan pelatih, termasuk strategi apa yang sebaiknya akan dilakukan," terang Ginda, menekankan pentingnya persiapan matang.

Faktor-faktor seperti performa pemain, filosofi pelatih, dan adaptasi terhadap regulasi Liga 2 akan menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan skuad.

Persis Solo sendiri masih memiliki beberapa pemain yang terikat kontrak. Sebagai contoh, duo Jepang, Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka, yang masa kontraknya baru akan berakhir bulan depan. Sementara itu, banyak juga pemain lain yang kontraknya telah usai.

Meski demikian, manajemen Persis tidak akan memaksa pemain musim ini untuk bertahan. Setiap pemain memiliki pilihan dan ambisi mereka sendiri, entah tetap bermain di Liga 1 dengan klub lain, atau memilih tetap bersama Persis di Liga 2.

"Pemain yang memungkinkan bertahan, dipertahankan. Tetapi potensi pemain mungkin punya keinginan lain, mungkin tetap berada di level liga 1, ini jadi bagian dari komunikasi," ucap Ginda, menunjukkan sikap menghargai pilihan para pemain.

"Sehingga kita belum bisa ngomong banyak, tapi bukan berarti kita tidak bekerja. Tapi memang belum saatnya menyampaikan informasi yang ada. Nantinya kalau sudah ada arah yang jelas, kita akan sampaikan ke semua stakeholder dan suporter," tambahnya, menjanjikan transparansi saat waktunya tiba.

Selain fokus pada kerangka tim, manajemen Persis juga tengah berbenah di internal. Ginda mengungkapkan bahwa klub ingin membentuk struktur manajemen yang lebih efektif dan efisien demi hasil yang maksimal di masa mendatang.

"Yang pertama, kita ingin lebih efektif dan efisien. Yang jelas dengan struktur yang kemarin, kita lihat tidak maksimal hasilnya. Struktur yang baru kita mau memastikan untuk maksimal, evaluasi KPI yang jelas terhadap semua divisi," pungkas Ginda, menegaskan komitmen untuk perbaikan menyeluruh.

Bantu Vote 5 Bintang Yuks !!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram