Menguak Dua Versi Asal-Usul Nama Unik Desa Kebocoran Banyumas: Darah Legenda Kamandaka atau Sumber Air Tak Pernah Kering?

Mei 31, 2026 | 
[lwptoc]

Desa Kebocoran di Kabupaten Banyumas memiliki nama yang unik, dan asal-usulnya diselimuti dua versi cerita yang diyakini masyarakat secara turun-temurun. Kepala Desa Kebocoran, Eri Pujiono, menjelaskan bahwa kisah-kisah ini sebagian besar diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.

Versi pertama mengaitkan nama desa dengan legenda Raden Kamandaka, atau Raden Banyak Catra, yang diceritakan dalam Babad Pasirluhur dan cerita rakyat Banyumas. Konon, Kamandaka dalam perjalanannya dari Pajajaran ke Pasirluhur menyamar sebagai rakyat biasa bernama Banyak Cotro untuk mencari jodoh. Dalam sebuah pertarungan adu ayam, taji ayam yang dipasangi pisau kecil (patrem) melukai parah bagian samping perut Kamandaka. Dalam kondisi terluka, Kamandaka melarikan diri dan saat melintasi wilayah yang kini bernama Kebocoran, darah dari lukanya terus merembes atau 'bocor'. Dari peristiwa inilah, ia konon berucap akan menamai tempat itu 'Kebocoran'. Kisah yang diperkirakan berasal dari era Kerajaan Pajajaran sekitar tahun 800-an ini masih menyisakan misteri mengenai nasib akhir Kamandaka setelah terluka.

Sementara itu, versi kedua menawarkan penjelasan yang berbeda, yakni tentang kondisi alam desa yang berlimpah air. Sejak dulu, wilayah Kebocoran dikenal tidak pernah mengalami kekeringan. Sungai, saluran air, hingga parit-parit kecil (wangan) di desa itu selalu mengalir sepanjang tahun, seolah-olah 'bocor terus airnya'. Oleh karena itu, nama Kebocoran dipercaya berasal dari kondisi desa yang memiliki banyak sumber mata air yang tak pernah habis. Versi ini dikaitkan dengan masa masuknya Islam hingga periode perjuangan kemerdekaan. Di desa ini, terdapat situs Sumurwatu, sebuah batu besar dengan cekungan yang diyakini pernah menjadi tempat singgah tokoh penyebar Islam seperti murid Sunan Kalijaga, atau pasukan Pangeran Diponegoro. Cekungan pada batu itu bahkan dipercaya sebagai bekas ledakan granat yang tidak meledak saat masa peperangan. Nama jalan di wilayah tersebut, seperti Jalan Sukamsi dan Jalan Tarsono, juga dipercaya berasal dari nama pejuang yang pernah bertempur atau gugur di Kebocoran.

Bantu Vote 5 Bintang Yuks !!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram