Mantan Istri Reza Smash, Fabiola Elizabeth Agnes, Tersangka Utama Jaringan Scammer Internasional di Solo Baru

Juni 3, 2026 | 
[lwptoc]

Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus penipuan daring berskala internasional yang beroperasi dari Solo Baru, Sukoharjo. Dalam penggerebekan yang dilakukan, mantan artis bernama Fabiola Elizabeth Agnes ditetapkan sebagai tersangka atas perannya dalam jaringan 'scammer' tersebut.

Fabiola, yang juga dikenal sebagai mantan istri anggota boyband Smash, Reza, diduga memiliki peran vital sebagai 'model' yang melayani panggilan video. Tugasnya adalah memikat dan meyakinkan korban agar berinvestasi dalam platform perdagangan kripto palsu.

Kombes Artanto, Kabid Humas Polda Jateng, membenarkan keterlibatan Fabiola dalam sindikat ini. Ia mengatakan bahwa Fabiola turut tinggal bersama komplotan tersebut di sebuah kos di Solo Baru, Sukoharjo, dan diamankan saat penggerebekan berlangsung.

Keberadaan Fabiola di lokasi penggerebekan turut didukung oleh temuan barang bukti. Kepolisian mengamankan sebuah meja rias pribadi miliknya, yang mengindikasikan bahwa ia memiliki ruang khusus dan tinggal lama di tempat tersebut, berperan aktif dalam operasi penipuan.

Sebagai 'talent', Fabiola bertugas berperan sebagai 'pacar' atau sosok yang mampu membangun kedekatan emosional dengan korban melalui panggilan video. Ini dilakukan untuk meyakinkan mereka agar tertarik dan berinvestasi dalam skema fiktif yang ditawarkan.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan panggilan video mengarah ke tindakan pornografi, Kombes Artanto menegaskan bahwa penyidik saat ini fokus pada peran Fabiola sebagai perayu korban untuk terlibat dalam investasi bodong. Aspek utama penyelidikan adalah penipuan yang terjadi.

Fabiola Elizabeth Agnes sendiri diketahui merupakan warga negara Jerman yang telah lama menetap di Indonesia. Ia pernah menikah dengan Reza Smash pada tahun 2018 sebelum kemudian bercerai pada tahun 2020.

Kombes Artanto secara gamblang mengonfirmasi bahwa inisial 'F' yang disebut dalam rilis kasus scamming di Solo Baru adalah benar Fabiola, mantan istri Reza Smash, menegaskan identitas tersangka yang sempat menjadi sorotan publik.

Lebih lanjut, Artanto menjelaskan bahwa Fabiola telah menjadi bagian dari jaringan penipuan ini sejak awal kasus bermula. Hal ini membuktikan keterlibatan mendalamnya sebagai salah satu anggota kunci dalam komplotan tersebut.

Direktur Ditreskrimsus Polda Jateng, Kombes Himawan Susanto Saragih, menjelaskan bahwa komplotan scammer internasional ini secara sengaja menggandeng Fabiola sebagai model untuk menarik minat para calon korban yang telah diincar.

Menurut Himawan, tim pemasaran jaringan scammer mulanya bertugas mencari korban. Namun, apabila korban masih ragu untuk berinvestasi, barulah mantan artis ini tampil. Peran model seperti Fabiola sangat krusial untuk memberikan keyakinan dan mempercepat keputusan korban untuk berinvestasi.

Kasus ini memiliki dimensi internasional karena para pelaku menargetkan warga negara Amerika Serikat. Oleh karena itu, Polda Jateng menjalin kerja sama erat dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat untuk mendalami kasus ini dan mendapatkan informasi dari para korban.

Identifikasi awal menunjukkan adanya 133 korban dalam kasus ini, dengan mayoritas adalah warga negara Amerika Serikat. Kolaborasi dengan FBI diharapkan dapat mempermudah proses pengumpulan data dan kesaksian dari para korban yang berada di luar negeri.

Selain FBI, Polda Jateng juga menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran transaksi perbankan dan kripto yang digunakan oleh para pelaku. Ini bertujuan untuk melacak aset dan modus operandi keuangan mereka.

Tidak hanya itu, kerja sama juga akan dilakukan dengan pihak Imigrasi untuk pengawasan terhadap orang asing yang mungkin terlibat atau terkait dengan sindikat penipuan ini. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam penanganan kasus.

Komplotan penipu daring internasional yang bermarkas di Solo Baru ini diperkirakan telah meraup keuntungan fantastis, mencapai Rp 41 miliar. Angka ini menggambarkan skala dan dampak kerugian yang ditimbulkan oleh aksi mereka.

Kombes Himawan Susanto Saragih juga mengungkapkan alasan di balik penggunaan mata uang kripto sebagai modus investasi palsu. Menurutnya, para pelaku telah mempersiapkan situs web yang dimodifikasi sedemikian rupa, dirancang agar terlihat ringkas dan menarik, dengan janji keuntungan besar yang memikat korban.

Penggunaan kripto dianggap sebagai metode investasi yang paling mudah dan efektif dalam menarik perhatian korban, yang seringkali tergiur oleh potensi keuntungan besar yang disajikan melalui platform palsu tersebut.

Bantu Vote 5 Bintang Yuks !!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram