Kobra Jawa Sepanjang 1,2 Meter Dievakuasi dari Rumah Warga Klaten, Sempat Dikira Tikus Mendesis

Juni 3, 2026 | 
[lwptoc]

Seekor ular kobra Jawa atau Naja sputatrix dengan ukuran jumbo berhasil dievakuasi dari kediaman warga di Dukuh Gunden, Desa Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Klaten. Kejadian ini berlangsung pada Selasa malam, di mana ular berbisa tersebut awalnya mengejutkan pemilik rumah karena suaranya yang mendesis keras, yang mulanya disangka tikus.

Menurut keterangan Mardiyono, relawan dari Exalos Indonesia regional Klaten dan RCTD, insiden bermula ketika Paiman, pemilik rumah, mendengar suara desisan misterius dari bawah lemari. Rasa penasaran Paiman membuatnya curiga bahwa suara tersebut berasal dari seekor tikus. Mardiyono menjelaskan kepada detikJateng bahwa Paiman kemudian mencoba memeriksa sumber suara tersebut dengan bantuan lampu senter.

Saat disinari, Paiman terkejut mendapati seekor ular berwarna hitam. Spontan, ia berteriak dan meminta bantuan kepada Ketua RT setempat, Bowo, yang juga merupakan relawan RCTD. Setelah memeriksa, Bowo menyadari bahwa ular tersebut cukup besar dan segera menghubungi Mardiyono sekitar pukul 20.00 WIB. Mardiyono pun langsung meluncur ke lokasi untuk membantu proses evakuasi.

Setibanya di lokasi, tantangan pertama adalah menemukan ular yang ternyata sempat menghilang. Tim evakuasi harus memindahkan lemari tempat ular itu terakhir terlihat. Dalam prosesnya, ditemukan sebuah lubang di bawah lemari yang diduga menjadi sarang bagi kobra tersebut. Evakuasi menjadi sedikit rumit karena harus membongkar celah tembok lantai agar ular bisa dijangkau.

Akhirnya, setelah upaya yang memakan waktu sekitar 20 menit, ular kobra Jawa jumbo sepanjang 1,2 meter itu berhasil dievakuasi dengan aman. Setelah ular tertangkap, tim bersama Bowo melanjutkan pemeriksaan dengan membongkar area lubang lebih jauh untuk memastikan tidak ada ular lain yang bersembunyi. Hasilnya, dipastikan tidak ada ular lain di dalam lubang tersebut.

Mardiyono juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap keberadaan ular berbisa. Ia menyarankan warga untuk menghindari penumpukan barang-barang yang bisa menjadi sarang, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah sebagai langkah pencegahan.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram