Seekor ular kobra Jawa berhasil dievakuasi dari kediaman warga di perumahan Pamukti Baru, Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Klaten pada Sabtu (30/5/2026) sore. Ular berbisa sepanjang sekitar 120 sentimeter tersebut ditemukan bersembunyi di bawah kompor gas dapur.
Kapolsek Prambanan AKP Nyoto menjelaskan bahwa ular awalnya masuk ke ruang tengah sebelum akhirnya menyelinap di bawah kompor gas di ruang belakang. Proses evakuasi dilakukan setelah warga melaporkan keberadaan ular tersebut kepada relawan Forkap Kecamatan Prambanan, yang kemudian meneruskan informasi ke Polsek Prambanan.
"Setelah menerima laporan dari warga, kami bersama relawan Forkap dan pawang ular segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Alhamdulillah proses penangkapan berjalan lancar dan ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban," ujar AKP Nyoto.
Menurut Nyoto, ular dapat masuk ke lingkungan permukiman karena beberapa faktor, di antaranya mencari sumber makanan seperti tikus dan cicak, mencari tempat yang hangat untuk berlindung, atau menghindari gangguan dari predator.
Menyikapi kejadian ini, AKP Nyoto mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada. "Jika menemukan ular atau satwa liar lainnya, jangan mencoba menangkap sendiri, segera laporkan kepada petugas atau pihak yang berkompeten agar dapat ditangani dengan aman," tegasnya.
Sementara itu, Damar dari Exalos Indonesia, yang turut serta dalam operasi penyelamatan ular, mengingatkan masyarakat agar tidak panik apabila terjadi kasus gigitan ular. Ia menekankan pentingnya menghindari mitos penanganan gigitan ular yang beredar di masyarakat.
"Jangan melakukan tindakan seperti memotong bagian tubuh yang tergigit, mengisap luka, atau menyiram air panas. Tindakan tersebut justru berbahaya dan dapat memperparah kondisi korban. Yang terpenting tetap tenang, membatasi gerakan pada bagian yang tergigit, lalu segera membawa korban ke fasilitas kesehatan," jelas Damar.
