Arus lalu lintas di jalur Pantura Pati, tepatnya di wilayah Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, mengalami kemacetan parah pada Kamis sore. Ribuan kendaraan terjebak dalam antrean panjang yang mengular.
Kondisi lalu lintas yang lumpuh ini dipicu oleh sebuah truk yang mogok tepat di tengah jalan. Insiden tersebut telah mengganggu kelancaran perjalanan para pengguna jalan yang melintas.
Menurut pantauan di lokasi pada Kamis, 4 Juni 2026, pukul 16.30 WIB, kemacetan sudah berlangsung cukup lama dan terlihat sangat padat. Petugas kepolisian telah diterjunkan untuk mengurai antrean kendaraan.
Kemacetan terpantau dari kedua arah, baik dari timur menuju Juwana ke Pati maupun sebaliknya dari barat, yaitu dari Pati menuju Juwana. Akibatnya, pengendara harus bersabar menunggu giliran.
Panjang antrean kendaraan diperkirakan mencapai sekitar dua kilometer. Ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari truk yang mengalami kerusakan di tengah jalur utama tersebut.
Beberapa personel kepolisian tampak berjaga di lokasi untuk mengatur dan mengarahkan arus lalu lintas. Mereka berupaya keras agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang lebih parah.
KBO Satlantas Polresta Pati, Iptu Muslimin, memberikan imbauan kepada seluruh pengguna jalan. Ia meminta agar pengendara lebih berhati-hati saat melintasi jalur Pantura Pati yang sedang padat ini.
Muslimin menjelaskan bahwa kemacetan ini murni disebabkan oleh truk yang mogok. Truk tersebut diketahui sudah berada di tengah jalan sejak pagi hari, sehingga dampaknya semakin terasa pada sore hari.
"Imbauan di lokasi jalan supaya paling penting berhati-hati, memang sedang ada truk trouble, jangan ambil lajur kanan," tegas Iptu Muslimin saat dihubungi oleh awak media.
Ia juga mengimbau agar para pengendara tetap bersabar dan tidak mencoba melawan arus. Tindakan tersebut justru akan memperparah kondisi antrean kendaraan yang sudah sangat panjang.
"Kalau antrean panjang ambil ke kanan sehingga semakin parah ketersendatan agar tetap mengambil lajur kiri," lanjut Muslimin, menjelaskan konsekuensi jika pengendara tidak disiplin.
Untuk mengurai kemacetan, petugas menerapkan sistem buka tutup jalur khusus untuk kendaraan besar. Sementara itu, untuk kendaraan kecil, mereka berupaya agar tetap bisa melintas dua arah.
Muslimin menambahkan detail mengenai posisi truk yang mogok, yang berada di tengah jalan. "Kendaraan kecil bisa ambil kiri dari arah barat ke kiri atau jalur utara sedangkan arah timur bisa lajur ke selatan," terangnya.
Saat ini, petugas di lapangan sedang membantu upaya perbaikan truk yang mogok. Diharapkan, proses perbaikan dapat segera diselesaikan agar arus lalu lintas bisa kembali normal.
"Mungkin sebentar lagi kendaraan sudah bisa sehingga antrean bisa diatasi," kata Muslimin optimistis. Pihaknya terus berupaya mempercepat penanganan masalah ini.
Keterangan dari warga sekitar, Suhono, menguatkan informasi bahwa truk mogok sudah terjadi sejak pagi hari. "Sejak jam 09.00 WIB sampai sekarang tadi jam 16.30 WIB kendaraan numpuk dari pagi sampai sore," ungkapnya.
Akibatnya, antrean panjang kendaraan di jalan Pantura Pati terus terjadi tanpa henti, menyebabkan kerugian waktu dan energi bagi para pengendara.
Salah seorang pengendara truk, Singgih, turut merasakan dampak kemacetan ini. Ia mengaku terjebak dalam antrean selama sekitar 30 menit.
Singgih mengungkapkan bahwa ia sedang dalam perjalanan dari Bandung menuju Tuban untuk mengantar barang. Rencananya terhambat oleh insiden truk mogok tersebut.
"Dari Bandung ke Tuban mau nganter barang malah terjebak macet, ada truk trouble di tengah jalan," jelas Singgih, menunjukkan kekesalannya akibat perjalanan yang terganggu.
