Seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi perbincangan setelah kakinya terperosok ke dalam selokan di lingkungan kampusnya. Insiden yang terjadi pada Senin (25/5) siang tersebut berhasil ditangani dengan cepat oleh tim pemadam kebakaran (Damkar) Solo, dan sempat viral usai diunggah di akun Instagram @damkar_surakarta.
Dalam video yang beredar, tampak momen petugas Damkar mendekati mahasiswi yang terduduk dengan kaki kanannya terjebak di sela-sela penutup selokan. "Kejadian tak terduga dialami seorang mahasiswi yang kakinya terjebak di sela-sela penutup selokan. Tim Damkar Surakarta segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dengan hati-hati dan penuh kehati-hatian agar korban dapat segera tertangani dengan aman," demikian kutipan dari unggahan Damkar Solo.
Menurut penuturan Komandan Regu Rescue Charlie Damkar Solo, Matias Andri, peristiwa bermula ketika dua mahasiswa FISIP UNS datang langsung ke Pos Induk Pedaringan sekitar pukul 12.30 WIB untuk melaporkan insiden tersebut. "Mereka menceritakan kalau temannya yang cewek kakinya tersangkut di lubang penutup selokan. Sebenarnya kami ada WA center untuk share loc, tapi mungkin karena belum tahu nomornya, mereka berinisiatif langsung datang ke pos," ujar Matias saat dikonfirmasi.
Tim Rescue Charlie yang sedang piket siang segera meluncur ke lokasi kejadian, yang memakan waktu sekitar 3 hingga 5 menit perjalanan menuju area FISIP UNS. Matias menjelaskan, insiden itu terjadi saat korban bersama temannya berniat meminjam gedung di sebelah Kampus FISIP UNS. Saat itu, korban mengeluh kakinya sakit dan meminta digendong temannya. "Pas digendong itu, temannya yang menggendong mungkin kakinya terkilir atau tumpuannya miring waktu menginjak bagian selokan yang seperti tangga. Karena keberatan menahan beban, tumpuan kakinya amblas masuk ke sela-sela penutup selokan," jelas Matias.
Sebelum melapor ke Damkar, mahasiswa di lokasi sempat mencoba menolong korban namun tidak berhasil. Proses evakuasi kaki mahasiswi tersebut berlangsung relatif cepat. Petugas menggunakan alat khusus berupa *hydraulic rescue tool* untuk merenggangkan celah besi selokan yang sempit tanpa harus memotongnya. "Kita tidak memotong besi selokan agar tidak merusak, melainkan memakai *hydraulic tool* untuk melebarkan sela-sela besi itu. Istilahnya dibenggang atau direnggangkan saja agar kakinya bisa keluar. Proses evakuasinya sendiri cepat, sekitar 5 menit sudah selesai," papar Matias.
Matias menambahkan bahwa penanganan laporan non-kebakaran seperti ini merupakan hal yang lumrah bagi Damkar Solo. Selain kasus kaki terjepit, pihaknya kerap menerima berbagai permintaan evakuasi unik dari warga, seperti evakuasi ular, sarang tawon, penanganan tumpahan solar di jalan, hingga evakuasi kecelakaan mobil.
