Kebakaran hebat melanda kawasan Wonoplumbo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, menghanguskan dua unit rumah tinggal dan sebuah warung sembako. Insiden ini menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, menyisakan puing-puing bangunan yang hangus tak bersisa. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan kejadian.
Menurut Tantri Pradono, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 11.30 WIB melalui saluran hotline Damkar. Informasi awal berasal dari ketua RT setempat yang mengabarkan adanya kebakaran rumah huni. Dugaan awal penyebab insiden ini adalah korsleting listrik yang kemudian menyambar tumpukan kardus makanan, memicu api membesar dengan cepat.
Menanggapi laporan tersebut, tim Damkar Kota Semarang segera menerjunkan empat unit armada pemadam kebakaran ke lokasi. Proses pemadaman api menghadapi tantangan tersendiri, terutama karena akses jalan menuju titik kebakaran yang cukup sempit. Namun, kesigapan petugas dalam memanfaatkan sumber air dari sendang atau mata air terdekat di lokasi kejadian menjadi kunci keberhasilan upaya penjinakan si jago merah.
Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 13.48 WIB, kurang lebih 20 menit setelah laporan awal diterima dan petugas tiba di lokasi. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 96 meter persegi, menghanguskan total satu warung sembako dan dua rumah tinggal hingga hanya menyisakan sebagian dinding dan puing atap yang runtuh. Meskipun demikian, petugas berhasil menyelamatkan satu rumah di sebelahnya dengan luas sekitar 50 meter persegi dari jilatan api.
Estimasi kerugian materiil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai angka Rp 300 juta, meliputi kerusakan total pada warung sembako dan kedua rumah yang terbakar. Tantri Pradono menegaskan kembali bahwa dugaan kuat penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang dengan cepat menyambar material mudah terbakar seperti tumpukan kardus, memicu kebakaran dahsyat yang sulit dikendalikan.
