Prakiraan BMKG: Mayoritas Wilayah Jawa Tengah Akan Kering dari Juni hingga Awal Juli 2026

Juni 5, 2026 | 
[lwptoc]

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa sebagian besar wilayah Jawa Tengah akan mengalami periode curah hujan yang rendah mulai bulan Juni hingga memasuki awal Juli 2026. Fenomena ini menandai semakin jarangnya kejadian hujan di berbagai daerah.

Prakiraan ini didasarkan pada hasil monitoring dan analisis iklim terbaru yang telah dirilis oleh Stasiun Klimatologi Jawa Tengah. Data tersebut memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi cuaca yang akan datang.

Menurut Analis Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Zauyik, tanda-tanda kondisi kering sudah mulai terlihat di sejumlah wilayah menjelang pergantian bulan. Observasi ini menjadi dasar kuat bagi proyeksi cuaca ke depan.

Berdasarkan pembaruan data hujan yang tercatat pada Minggu, 31 Mei 2026, kondisi wilayah Jawa Tengah menunjukkan variasi yang signifikan dalam jumlah hari tanpa hujan.

Sebagian wilayah tercatat mengalami hari tanpa hujan dalam kategori yang sangat pendek, yakni hanya berkisar antara 1 hingga 5 hari. Ini menunjukkan bahwa beberapa daerah masih menerima hujan dalam periode tersebut.

Namun, di beberapa titik spesifik seperti Kabupaten Purworejo, Sragen, dan Wonogiri, kondisi yang berbeda terjadi. Daerah-daerah ini telah mengalami hari tanpa hujan dalam kategori panjang, yaitu antara 21 hingga 30 hari secara berturut-turut.

Analisis curah hujan untuk dasarian ketiga Mei 2026, atau periode antara tanggal 21 hingga 31 Mei, juga menunjukkan pola yang menarik. Mayoritas wilayah Jawa Tengah menerima curah hujan dalam kategori rendah hingga menengah.

Kisaran curah hujan pada periode tersebut tercatat antara 0 hingga 150 milimeter per dasarian. Angka ini mengindikasikan bahwa hujan yang turun tidak terlalu intens atau banyak di sebagian besar area.

Di sisi lain, terdapat sejumlah wilayah yang masih mencatatkan curah hujan dalam kategori tinggi. Wilayah-wilayah ini menerima hujan antara 150 hingga 300 milimeter per dasarian dalam periode yang sama.

Daerah-daerah yang masih mengalami curah hujan tinggi tersebut meliputi sebagian wilayah Kabupaten Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Batang, Kendal, Jepara, Kudus, Pati, Blora, dan Karanganyar.

Memasuki dasarian pertama Juni 2026, yang jatuh pada tanggal 1 hingga 10 Juni, proyeksi menunjukkan perubahan signifikan. Hampir seluruh wilayah Jawa Tengah diperkirakan memiliki peluang lebih dari 60 persen untuk mengalami curah hujan dalam kategori rendah.

Kategori rendah ini diartikan sebagai curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian. Ini mengindikasikan penurunan drastis intensitas hujan di banyak area.

Zauyik juga menambahkan bahwa pihaknya mencatat adanya peluang curah hujan kategori menengah dengan probabilitas sekitar 50 hingga 60 persen. Namun, peluang ini hanya berlaku di sebagian kecil wilayah.

Wilayah yang berpotensi menerima curah hujan menengah tersebut termasuk sebagian kecil Kabupaten Cilacap, Banyumas, Pekalongan, dan Batang, demikian penjelasannya kepada Kompas.com pada Kamis, 4 Juni 2026.

Berdasarkan prakiraan deterministik, Zauyik menjelaskan bahwa curah hujan rendah diprediksi akan mendominasi wilayah Jawa Tengah selama dasarian I Juni 2026.

Meskipun demikian, ada beberapa pengecualian. Sebagian wilayah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Pekalongan, Batang, serta sebagian kecil Brebes, Pemalang, Banjarnegara, dan Kendal, diperkirakan akan mengalami curah hujan kategori menengah, berkisar antara 51 hingga 75 milimeter.

Selanjutnya, pada dasarian II Juni 2026, yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 20 Juni, pola cuaca yang hampir serupa masih diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

Curah hujan kategori menengah masih diprediksi muncul di beberapa wilayah. Area tersebut meliputi sebagian Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Pekalongan, Banjarnegara, serta sebagian kecil Brebes dan Purworejo, dengan kisaran 51 hingga 75 milimeter.

Memasuki dasarian III Juni 2026, atau antara tanggal 21 hingga 30 Juni, wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan kategori menengah semakin terbatas. Kali ini, hanya sebagian kecil Kabupaten Cilacap dan Banyumas yang masuk dalam kategori ini.

Sementara itu, wilayah lainnya di Jawa Tengah diperkirakan akan mengalami curah hujan pada kategori rendah, yaitu kurang dari 50 milimeter per dasarian, menandakan puncak musim kemarau di banyak daerah.

Adapun pada dasarian pertama Juli 2026, seluruh wilayah Jawa Tengah diprediksi memiliki curah hujan antara 21 hingga 50 milimeter. Angka ini secara konsisten menempatkan seluruh wilayah dalam kategori rendah.

Keseluruhan prakiraan ini menunjukkan bahwa mayoritas wilayah Jawa Tengah akan menghadapi periode dengan intensitas hujan yang relatif rendah sepanjang bulan Juni hingga awal Juli 2026, sejalan dengan semakin meluasnya musim kemarau di sejumlah daerah.

Bantu Vote 5 Bintang Yuks !!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram