Klitih Malam Takbiran di Klaten: Empat Pelaku Ditangkap, Korban Luka Parah Dijenguk Bupati

Juni 5, 2026 | 
[lwptoc]

Aksi kekerasan jalanan atau yang sering disebut klitih kembali meresahkan masyarakat, kali ini menimpa seorang pemuda bernama Aldiano Akbar (19) warga Sidowayah, Kecamatan Klaten Tengah. Insiden tragis tersebut terjadi saat malam takbiran Idul Adha di wilayah Prambanan, Klaten, ketika Aldiano bersama dua rekannya menjadi korban.

Peristiwa nahas itu menyebabkan Aldiano mengalami luka serius yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif. Kabar baiknya, pihak kepolisian berhasil bergerak cepat mengidentifikasi dan menangkap para terduga pelaku.

Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Taufik Frida Mustofa, mengonfirmasi penangkapan empat individu yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. Para pelaku berhasil diamankan sejak hari Senin, 1 Juni 2026, menyusul laporan yang diterima kepolisian terkait insiden tersebut.

"Iya betul, ada empat orang. Sudah diamankan sejak hari Senin (1/6) kemarin," jelas AKP Taufik Frida Mustofa kepada awak media pada Kamis, 4 Juni 2026, menegaskan komitmen Polres Klaten dalam menangani kasus kekerasan jalanan.

Dari keempat pelaku yang ditangkap, terungkap bahwa mayoritas di antaranya masih di bawah umur. Ini menambah keprihatinan atas fenomena klitih yang melibatkan remaja.

Taufik merinci, "Tiga anak dan satu dewasa. Ditahan, dua orang dari Sleman dan dua dari Klaten," menunjukkan bahwa jaringan pelaku tidak hanya berasal dari satu wilayah, melainkan lintas daerah.

Meskipun detail lengkap peristiwa belum diungkapkan secara menyeluruh oleh kepolisian, Kasat Reskrim Taufik Frida Mustofa menjelaskan secara garis besar bahwa insiden terjadi akibat berpapasan di jalan.

"Kasusnya kekerasan jalanan, saling bertemu di jalan," imbuhnya, mengindikasikan bahwa konflik bermula dari pertemuan tak terduga yang berujung pada penganiayaan menggunakan celurit.

Kapolsek Prambanan, AKP Nyoto, turut membenarkan lokasi kejadian yang dilaporkan oleh korban. Ia mengonfirmasi bahwa penganiayaan dengan senjata tajam tersebut benar-benar terjadi di Prambanan, Klaten.

"Laporan korban ke Polres Klaten. Iya betul (lokasi di jalan dekat Candi Sewu, Prambanan, Klaten)," ujar AKP Nyoto, memperjelas area spesifik tempat kejadian perkara.

Sementara itu, kondisi Aldiano Akbar pasca-insiden cukup memprihatinkan. Ia menderita luka serius yang memerlukan tindakan medis segera dan pemulihan jangka panjang.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menunjukkan kepeduliannya dengan menjenguk Aldiano pada Rabu, 3 Juni 2026. Dari dokumentasi yang beredar, tampak jelas Aldiano terbaring lemah di kasur dengan satu kakinya diperban dari paha hingga ujung kaki, serta area bahu yang juga terlilit perban tebal.

Bupati Hamenang mengungkapkan bahwa Aldiano harus menjalani operasi akibat luka yang dideritanya. Ia juga menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Klaten telah memberikan bantuan setelah mengetahui keluarga korban harus menanggung biaya operasi secara mandiri.

"Proses pemulihan korban belum selesai karena masih membutuhkan perawatan lanjutan. Untuk itu, pengobatan berikutnya akan kami kawal melalui Dinas Kesehatan," kata Hamenang, menegaskan komitmen pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Bupati Hamenang juga menjamin bahwa Baznas Klaten siap memberikan dukungan jika ada kebutuhan biaya yang tidak dapat tercover melalui BPJS maupun layanan kesehatan lainnya. Hal ini menunjukkan upaya maksimal pemerintah dalam memastikan Aldiano mendapatkan penanganan terbaik.

Pemerintah Kabupaten Klaten juga tidak hanya fokus pada Aldiano. Mereka berencana melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah kecamatan dan pihak terkait untuk memastikan dua korban lainnya yang bersama Aldiano juga mendapatkan pendampingan serta bantuan yang diperlukan dalam proses pemulihan mereka.

Bantu Vote 5 Bintang Yuks !!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram