Kera Liar Bikin Geger Warga Sragen, Masuk Rumah dan Merusak Perabotan

Juni 4, 2026 | 
[lwptoc]

Warga di Dukuh Giriroto, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, dikejutkan oleh seekor kera liar yang tiba-tiba menerobos masuk ke dalam rumah. Insiden tak terduga ini sontak memicu kepanikan di kalangan penghuni rumah, terutama setelah primata tersebut mulai merusak perabotan yang ada.

Kejadian yang menghebohkan ini dialami oleh kediaman milik Wahyu Rahmad, seorang warga berusia 33 tahun. Rumahnya menjadi sasaran amukan kera liar yang tak hanya sekadar berkeliaran di lingkungan sekitar, melainkan berani masuk hingga ke dalam ruangan pribadi.

Menurut keterangan dari Kabid Pemadam Kebakaran Kabupaten Sragen, Tommy Isharyanto, insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu pagi. Sekitar pukul 10.29 WIB, ketenangan lingkungan permukiman Wahyu Rahmad mendadak terusik oleh kehadiran hewan tak terduga ini.

Awalnya, beberapa warga di sekitar lokasi sempat dibuat terkejut dengan kemunculan kera liar yang terlihat berkeliaran di area permukiman mereka. Hewan primata tersebut tampak mondar-mandir, memancing perhatian dan sekaligus kekhawatiran dari warga setempat.

Tanpa disangka, kera itu kemudian bergerak cepat menuju salah satu rumah. Dengan gesit dan lincah, ia langsung memanjat bangunan tinggi dan menemukan celah untuk masuk. Melalui balkon yang berada di lantai dua, kera liar tersebut berhasil menyusup ke dalam rumah Wahyu Rahmad.

Tommy Isharyanto menjelaskan lebih lanjut bahwa kera tersebut tidak hanya sekadar masuk ke dalam area rumah, namun juga menerobos hingga ke area kamar tidur. Kehadirannya di dalam ruangan pribadi itu sontak memicu kekacauan yang tak terhindarkan dan membuat suasana mencekam.

Di dalam kamar, kera liar itu mulai menunjukkan perilaku agresif. Ia merusak berbagai perabotan yang ada, membolak-balikkan isi ruangan, dan meninggalkan jejak kerusakan yang cukup signifikan di dalam rumah tangga Wahyu Rahmad.

Melihat ada hewan liar yang mengamuk dan mengacak-acak isi kamarnya, Wahyu Rahmad beserta seluruh anggota keluarganya diliputi rasa panik yang hebat. Mereka tak menyangka akan menghadapi situasi yang begitu mendebarkan di dalam rumah sendiri.

Kekhawatiran akan keselamatan anggota keluarga menjadi prioritas utama bagi Wahyu. Ia sempat dilanda kecemasan mendalam bahwa kehadiran kera liar tersebut dapat mengancam keamanan dan kenyamanan keluarganya yang berada di dalam rumah.

Dengan perasaan yang campur aduk antara takut dan perlu bertindak cepat, Wahyu Rahmad segera berinisiatif mencari bantuan. Ia menghubungi seorang relawan yang dikenal aktif di wilayah Gemolong, bernama Sukino, untuk melaporkan kejadian darurat ini secepatnya.

Sukino, yang memang dikenal responsif terhadap berbagai laporan darurat dan bencana, dengan sigap menindaklanjuti permintaan Wahyu. Ia langsung meneruskan laporan mengenai intrusi kera liar ini ke Pos Pemadam Kebakaran Gemolong, yang merupakan bagian dari Damkar Kabupaten Sragen.

Mendapat laporan tentang adanya evakuasi non-pemadaman yang mendesak, petugas pemadam kebakaran dari Pos Damkar Gemolong segera meluncur menuju lokasi kejadian. Mereka mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk penanganan hewan liar.

Setibanya di Dukuh Giriroto, tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat dan terorganisir. Beruntung, petugas yang telah terlatih dan berpengalaman dalam menangani berbagai situasi darurat berhasil mengamankan kera liar tersebut tanpa menemui kendala berarti yang dapat menghambat proses evakuasi.

Proses pengamanan dan evakuasi kera liar ini berlangsung relatif singkat dan efisien. Tommy Isharyanto mengungkapkan bahwa durasi penanganan hewan tersebut hanya memakan waktu kurang lebih sekitar 20 menit, menunjukkan profesionalisme dan kecepatan kerja tim Damkar.

Meskipun sempat menimbulkan kerusakan material di dalam rumah dan menyebabkan syok yang mendalam bagi pemilik rumah, dipastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka serius yang timbul akibat insiden ini. Keamanan keluarga Wahyu Rahmad tetap terjaga sepanjang kejadian.

Setelah berhasil diamankan, kera liar tersebut tidak dibiarkan begitu saja tanpa penanganan. Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) langsung mengambil alih penanganan primata tersebut untuk tindakan lebih lanjut sesuai prosedur konservasi hewan liar.

Tommy Isharyanto menegaskan kembali bahwa dampak dari kejadian ini memang sempat membahayakan keluarga korban dan menyebabkan beberapa kerusakan di dalam rumah. Namun, ia memastikan bahwa insiden tersebut berakhir tanpa adanya korban jiwa, dan kera telah ditangani secara tepat oleh pihak BKSDA.

Bantu Vote 5 Bintang Yuks !!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram