Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa terjadi di wilayah Juwiring, Klaten, pada Rabu pagi. Peristiwa nahas ini menimpa seorang kakek yang tengah mengendarai sepeda onthel, menambah daftar panjang tragedi di jalan raya.
Korban teridentifikasi sebagai NH, seorang pria berusia 85 tahun. Beliau merupakan warga asli Dukuh Bagor, Desa Juwiring, Kecamatan Juwiring, Klaten, yang dikenal oleh komunitasnya.
Kecelakaan maut tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Waktu kejadian yang masih pagi hari itu mengindikasikan bahwa aktivitas warga baru saja dimulai.
Lokasi persis kejadian berada di Jalan DPU Jaten-Mrisen, tepatnya di sebelah timur simpang empat Ngadisari. Ruas jalan ini merupakan jalur vital yang kerap dilalui oleh masyarakat sekitar untuk berbagai keperluan.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi, insiden ini melibatkan dua kendaraan. Satu di antaranya adalah sepeda onthel yang dikendarai oleh almarhum NH, dan kendaraan lainnya adalah sebuah sepeda motor matik.
Yono, seorang warga sekitar yang menjadi saksi mata kejadian, mengungkapkan bahwa korban NH diduga hendak menuju sawahnya. "Itu yang ngonthel katanya mau ke sawah, sawahnya timur perempatan," terang Yono kepada awak media.
Sementara itu, sepeda motor matik yang terlibat dalam kecelakaan tersebut disebut-sebut datang dari arah timur. Pengendara sepeda motor matik ini masih seorang remaja, menambah keprihatinan atas insiden ini.
Kondisi pengendara sepeda motor matik dilaporkan cukup kritis pascakejadian. Yono menuturkan bahwa remaja tersebut mengalami pendarahan dari mulutnya, mengindikasikan luka serius yang diderita.
Setelah kejadian, korban NH yang merupakan pengendara sepeda onthel segera dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Namun, takdir berkata lain. Meskipun telah mendapatkan perawatan, nyawa kakek NH tidak dapat diselamatkan. Beliau dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah tiba di rumah sakit.
"Kejadiannya sekitar pukul 06.30 WIB tadi pagi. Motor dengan sepeda onthel," ungkap Yono, warga setempat, memberikan gambaran awal insiden tragis yang ia saksikan.
Konfirmasi mengenai identitas korban dan lokasi kecelakaan juga datang dari Abinda Purwoko, Sekretaris Desa Juwiran. Abinda menginformasikan bahwa dirinya baru saja melayat ke rumah duka korban NH, menegaskan kebenaran peristiwa tersebut.
Dari foto-foto yang beredar di lokasi kejadian, tampak jelas sepeda onthel milik korban dan sebuah sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi AD 3207 DBC tergeletak dan diamankan petugas.
Korban juga terlihat tergeletak di tepi jalan, yang kemudian segera ditangani oleh petugas kepolisian dan tim medis dari mobil ambulans. Pemandangan itu menggambarkan kesigapan penanganan di lokasi.
Pj Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Klaten, Iptu Alif Akbar Lukman Hakim, memberikan konfirmasi resmi terkait insiden ini. Beliau membenarkan adanya laporan kecelakaan fatal tersebut.
Iptu Alif lebih lanjut menjelaskan bahwa korban NH sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit selama kurang lebih satu hingga dua jam sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. "Meninggal setelah perawatan. Sempat dirawat sekitar 1-2 jam," ujarnya.
Berdasarkan surat lelayu yang tersebar, kakek NH meninggal dunia pada pukul 07.40 WIB di RS PKU Muhammadiyah Delanggu. Almarhum kemudian dikebumikan pada pukul 15.00 WIB di hari yang sama.
