Sebuah insiden kebakaran dahsyat melanda wilayah Wonoplumbo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, pada Selasa siang. Api dengan cepat menghanguskan satu warung sembako dan dua unit rumah warga, menyebabkan kerugian materi yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, menjelaskan bahwa laporan mengenai kejadian ini diterima oleh petugas sekitar pukul 11.30 WIB melalui layanan hotline Damkar. Kecepatan informasi memungkinkan respons yang sigap dari tim.
Laporan awal disampaikan oleh ketua RT setempat. Informasi yang diterima mengindikasikan bahwa api bermula dari sebuah rumah huni, dengan dugaan kuat penyebabnya adalah korsleting listrik yang kemudian menyambar tumpukan kardus makanan di sekitarnya.
Setelah menerima laporan mendesak tersebut, petugas Damkar segera menindaklanjuti dengan mengerahkan personel dan armada ke lokasi kejadian. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang sudah membesar.
Proses pemadaman api menemui beberapa tantangan. Tantri Pradono mengungkapkan bahwa akses jalan menuju lokasi kebakaran yang sempit menjadi kendala utama bagi pergerakan armada Damkar, memperlambat upaya penanganan awal.
Namun, para petugas pemadam kebakaran menunjukkan dedikasi dan strategi yang efektif. Mereka berhasil memanfaatkan sumber air alami berupa sendang (mata air) yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian untuk memastikan pasokan air yang memadai selama proses pemadaman.
Kondisi setelah kebakaran sangat memprihatinkan. Dari dokumentasi yang diterima, terlihat bahwa rumah-rumah yang terbakar hanya menyisakan sebagian dinding yang hangus. Atap bangunan telah runtuh menjadi arang, beserta seluruh perabot dan isi rumah yang ikut dilalap si jago merah.
Meskipun terkendala akses, waktu respons Damkar tergolong cepat, yakni sekitar 20 menit sejak laporan diterima. Setelah perjuangan keras, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 13.48 WIB, mengakhiri ancaman lebih lanjut.
Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 96 meter persegi, dengan dimensi sekitar 12 meter x 8 meter. Kerugian material yang ditanggung mencakup satu warung sembako dan dua rumah huni, dengan taksiran kerugian total mencapai sekitar Rp 300 juta.
Berkat upaya maksimal tim pemadam kebakaran, satu rumah di sebelah lokasi kejadian, dengan luas sekitar 50 meter persegi, berhasil diselamatkan dari jilatan api. Dinas Pemadam Kebakaran kembali menegaskan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang menyambar tumpukan kardus, memicu insiden yang merugikan ini.
