Jaringan Penipuan Internasional Dibongkar di Solo, Mantan Artis Fabiola Elizabeth Berperan Krusial

Juni 3, 2026 | 
[lwptoc]

Pihak kepolisian berhasil membongkar sebuah jaringan penipuan internasional (scammer) yang beroperasi dari Solo Baru, Sukoharjo. Sebanyak 39 individu ditangkap dalam operasi ini, di mana salah satu tersangka yang menarik perhatian adalah mantan artis bernama Fabiola Elizabeth, yang diduga memegang peran penting dalam komplotan tersebut.

Direktur Reserse Siber (Dirresiber) Polda Jawa Tengah, Kombes Himawan Susanto Saragih, pada awalnya hanya memberikan inisial "F" saat konferensi pers. Ia mengidentifikasi perempuan tersebut sebagai seorang model sekaligus mantan artis, tanpa merinci lebih lanjut mengenai identitas lengkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Himawan menjelaskan bahwa tersangka berinisial F tersebut memiliki ciri-ciri fisik yang cukup jelas. Dari foto yang ditunjukkan, F tampak memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter, berkulit putih, dan memiliki beberapa tato yang terlihat di tangan serta lehernya.

Identitas Fabiola Elizabeth baru terkonfirmasi secara resmi setelah Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jateng, Kombes Artanto, memberikan konfirmasi kepada awak media. Penjelasan ini menyudahi spekulasi publik mengenai siapa sosok "F" yang disebut-sebut tersebut.

Diketahui, Fabiola merupakan warga negara Jerman yang telah lama menetap di Indonesia. Ia pernah menikah dengan Reza, salah satu anggota boyband ternama, Smash. Pernikahan mereka berlangsung pada tahun 2018, namun sayangnya berujung pada perceraian di tahun 2020. Konfirmasi keterlibatan mantan istri Reza Smash ini turut dibenarkan oleh Kombes Artanto.

Dalam penjelasannya, Dirresiber Kombes Himawan merinci peran Fabiola dalam jaringan penipuan tersebut. Tugas utamanya adalah melayani panggilan video (video call) dengan para korban sesuai dengan permintaan mereka, yang menjadi salah satu modus untuk membangun kedekatan emosional.

Peran Fabiola bahkan disebut sebagai "ujung tombak" dalam skema penipuan ini. Ia ditugaskan untuk menggantikan tim pemasaran jika korban membutuhkan keyakinan lebih dalam sebelum berinvestasi. Kehadiran Fabiola diharapkan dapat meyakinkan korban untuk segera menanamkan dana sesuai tawaran yang diberikan.

Kombes Artanto menambahkan bahwa Fabiola Elizabeth telah menjadi bagian integral dari komplotan ini sejak awal kasus penipuan tersebut bergulir. Keterlibatannya bukan sekadar sampingan, melainkan sudah terencana dan dia termasuk dalam lingkaran utama para penipu.

Fabiola diketahui tinggal bersama anggota komplotan lainnya di sebuah kos-kosan di Solo Baru, Sukoharjo, lokasi markas operasi mereka. Ia termasuk di antara mereka yang ditangkap saat penggerebekan dilakukan. Bahkan, Fabiola memiliki ruang khusus untuk merias diri, lengkap dengan meja rias, yang menunjukkan betapa sentral perannya dalam "penampilan" meyakinkan korban.

Sebelumnya, Ditresiber Polda Jateng mengumumkan pembongkaran jaringan scammer internasional ini. Modus operandi mereka melibatkan pendekatan emosional terhadap korban untuk kemudian menipu mereka, berhasil meraup keuntungan fantastis hingga Rp 41 miliar. Perusahaan fiktif yang digunakan bernama PT Digi Global Konsultan, yang beroperasi dari Solo Baru, Sukoharjo, dengan jaringan yang meluas lintas negara.

Pengungkapan kasus ini menjadi peringatan akan bahaya penipuan daring yang semakin canggih, melibatkan berbagai pihak, termasuk figur publik yang disalahgunakan perannya untuk memuluskan aksi kejahhatan siber.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram