Warga Desa Mlaten, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, digegerkan oleh penemuan jenazah seorang anak perempuan yang tergeletak di selokan dekat permukiman. Bocah yang diketahui masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) ini ditemukan tak bernyawa pada Selasa (2/6/2026) siang, setelah sebelumnya tak kunjung pulang dari sekolahnya.
Peristiwa tragis ini pertama kali dilaporkan kepada pihak Kepolisian Sektor Mijen sekitar pukul 11.30 WIB. Plh Kapolsek Mijen, Iptu Moh Alim, menjelaskan bahwa insiden ini bermula dari kekhawatiran orang tua korban yang curiga lantaran putrinya terlambat pulang sekolah. Anak berusia enam tahun tersebut biasanya sudah tiba di rumah pada jam tersebut, sehingga keterlambatannya memicu kecurigaan.
Keberadaan korban di selokan akhirnya diketahui oleh seorang saksi yang kebetulan melintas di jalur yang biasa dilewati bocah tersebut. Saksi mata itu mulanya melihat sehelai kain mengambang di permukaan selokan. Setelah diperiksa lebih dekat, barulah terungkap bahwa yang mengambang itu adalah sesosok tubuh manusia. Saksi segera berteriak meminta bantuan, dan setelah dicek oleh saksi lain, dipastikan bahwa itu adalah seorang anak kecil. Korban kemudian diidentifikasi sebagai AFK (6), siswi TK yang tinggal tak jauh dari lokasi penemuan, diperkirakan hanya berjarak sekitar 100 meter.
Pihak kepolisian menduga AFK meninggal dunia di lokasi kejadian karena riwayat epilepsinya kambuh. “Kemungkinan itu pas pulang, di pinggir jalan itu kan kambuh epilepsinya, karena ada riwayat epilepsi, kemudian terpeleset,” jelas Iptu Moh Alim. Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan tertelungkup di dalam selokan. Hasil pemeriksaan awal oleh tenaga kesehatan juga tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami apakah korban sempat sampai di sekolahnya atau tidak sebelum insiden nahas itu terjadi. Meskipun demikian, dugaan awal kuat mengarah pada kambuhnya epilepsi yang menyebabkan korban terpeleset dan tenggelam di selokan tersebut. Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh aparat kepolisian setempat.
