Mantan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, buka suara terkait sanksi FIFA yang mengancam klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar tidak dapat mendaftarkan pemain baru. Menurut Yoyok, solusi utama untuk mengatasi larangan transfer tersebut terletak pada pelunasan utang PT Liga Indonesia Baru (LIB) kepada PSIS.
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @yoyok_Sukawi, Yoyok mengakui bahwa permasalahan yang berujung pada laporan ke FIFA ini bermula di masa kepemimpinannya, terkait pemutusan kontrak dua pemain asing. Ia menegaskan kesediaannya untuk bertanggung jawab dan telah berkoordinasi dengan manajemen PSIS yang baru.
Lebih lanjut, Yoyok menyebut bahwa PT LIB memiliki piutang signifikan kepada PSIS yang sebenarnya dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. "Nah, anggaran PSIS 2024-2025 ini masih memiliki tagihan piutang sangat besar dan belum dibayarkan oleh PT Liga Indonesia Baru. Piutang inilah yang sesuai kesepakatan manajemen baru dan manajemen lama, akan dipergunakan untuk menyelesaikan kasus 2024-2025 hingga tuntas," jelas Yoyok, seraya menambahkan bahwa "perhitungan piutang ini jauh lebih besar daripada beban kewajiban pembayaran sanksi-sanksi FIFA tersebut."
Yoyok juga menguraikan upaya yang telah dilakukan PSIS untuk menagih piutang saham dan rating dari PT LIB. "Terbaru, per tanggal 12 Mei 2026, Direktur telah bersurat ke Liga Indonesia Baru untuk meminta hak PSIS Semarang. Namun, hingga sekarang belum dibayarkan," ungkapnya, sembari menunjukkan optimisme bahwa PT LIB akan segera melunasi kewajibannya.
"Saya berdoa, semoga segera dituntaskan ini hutang-hutang LIB kepada PSIS Semarang. Karena sudah terlalu lama," harapnya. "Karena, saya yakin PT Liga Indonesia Baru akan segera melunasi hutang-hutangnya kepada PSIS Semarang. Karena ini adalah hak kita dan kita akan pergunakan untuk menyelesaikan kewajiban keuangan klub 2024-2025," terang Yoyok, berharap PSIS dapat segera bebas dari sanksi dan mendaftarkan pemain baru.
Sebagai informasi, nama PSIS Semarang tercantum dalam laman resmi FIFA Registrations Bans. Sanksi ini berlaku mulai 28 Mei 2026 untuk tiga musim transfer, yang secara langsung mengancam partisipasi PSIS dalam pendaftaran pemain baru jelang musim Championship 2026/2027.
