Dua pertandingan sepak bola antarkampung (tarkam) dalam ajang Silirejo Cup di Lapangan Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, menjadi viral setelah diwarnai kericuhan. Insiden ini diunggah akun Instagram @pekalonganinfo dan telah ditonton lebih dari 184 ribu kali dalam 20 jam terakhir. Polisi setempat mengungkapkan bahwa ketegangan antarpemain dan provokasi suporter menjadi pemicu utama kericuhan tersebut.
Kapolsek Tirto, Iptu Suprijanto, menjelaskan kronologi insiden pada pertandingan pertama antara Kamus Surobayan melawan Ambokembang, Jumat (29/5/2026) sore. Ketegangan berawal dari perselisihan antarpemain di pinggir lapangan yang kemudian memicu reaksi penonton. Suasana yang awalnya meriah perlahan berubah tegang. Laga ini terpaksa dihentikan pada menit ke-50 setelah suporter ikut masuk ke lapangan. Pertandingan kemudian dilanjutkan keesokan harinya, Sabtu (30/5), dan berakhir dengan kemenangan Ambokembang FC 2-0.
Kericuhan serupa juga terjadi pada laga lain di Silirejo Cup, Sabtu (30/5/2026), antara Bangkid FC melawan Kedungwuni Barat FC. Insiden bermula saat wasit memberikan kartu merah kepada pemain Bangkid FC setelah melakukan pelanggaran kedua. Keputusan ini memicu protes keras dari pemain, ofisial, hingga suporter Bangkid FC, yang berujung pada masuknya sejumlah penonton ke lapangan. Laga terpaksa berhenti di menit ke-62.
"Awalnya pemain Bangkid mendapat kartu merah karena pelanggaran kedua. Ada yang tidak menerima keputusan tersebut sehingga suporter masuk ke lapangan dan terjadi kericuhan. Namun situasi tidak berlangsung lama dan langsung kami redam," jelas Iptu Suprijanto.
Suprijanto menegaskan tidak ada korban serius dalam insiden ini, hanya seorang pemain yang mengalami luka memar ringan, dan tidak ada laporan polisi yang masuk. Untuk menyelesaikan pertandingan Bangkid FC vs Kedungwuni Barat FC yang terhenti, panitia mempertemukan manajer kedua tim. Mengingat waktu tersisa hanya sekitar 8 menit dengan Kedungwuni Barat unggul 2-0, kedua pihak akhirnya sepakat menerima hasil pertandingan tanpa melanjutkan sisa laga. "Dari hasil musyawarah kedua manajer tim, pertandingan dinyatakan selesai dengan skor tetap 2-0 untuk Kedungwuni Barat," tambahnya.
Mengantisipasi kejadian serupa, pihak kepolisian akan menambah jumlah personel pengamanan pada pertandingan Silirejo Cup berikutnya. Sebelumnya, pengamanan sudah melibatkan sekitar 80 personel gabungan dari Polsek, Polres, TNI, serta panitia, namun antusiasme penonton yang sangat tinggi membutuhkan penyesuaian.
Secara terpisah, Ketua PSSI Kabupaten Pekalongan, Andi Susanto, menjelaskan bahwa turnamen Silirejo Cup merupakan kompetisi tarkam yang diselenggarakan masyarakat dan bukan agenda resmi PSSI. Meskipun demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pertandingan. Menurut Andi, insiden pada hari Jumat sesuai regulasi panitia harus dilanjutkan karena waktu pertandingan yang tersisa masih sekitar 20 menit. Sedangkan untuk pertandingan hari Sabtu, keputusan penghentian diambil setelah ada kesepakatan kedua tim.
