Satu keluarga beranggotakan empat orang asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat berkemah di Posong, Kecamatan Kledung, Temanggung, pada Rabu (27/5) lalu. Mereka diduga menjadi korban keracunan gas.
Kasus tragis ini masih dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra menyatakan bahwa dugaan awal penyebab kematian tetap pada keracunan gas. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menanti hasil resmi dari Laboratorium Forensik (Labfor) dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes).
"Dugaannya masih tetap (karena keracunan gas), karena belum ada perkembangan sampai sekarang. Hal yang ditunggu sekarang hanya hasil dari Labfor," ujar Komang saat dihubungi pada Sabtu (30/5). Komang menjelaskan, banyaknya barang bukti yang perlu diperiksa, termasuk sisa makanan, menyebabkan proses pemeriksaan memakan waktu. "Kemungkinan lima sampai satu mingguan baru selesai. Kita doakan semoga lima sampai satu minggu (hasil pemeriksaannya keluar). Semoga kemungkinan besar ini minggu depan bisa kita rilis," tambahnya.
Mengenai sumber gas, Komang mengungkapkan adanya dua dugaan utama. Gas mematikan tersebut diduga berasal dari pembakaran arang briket yang digunakan sebagai penghangat di dalam tenda, serta dari hasil pembakaran masakan atau barbeque. Dokter yang melakukan pemeriksaan awal juga mengarahkan pada kemungkinan keracunan dari makanan atau gas pembakaran ini.
"Gas itu gas apa? Ternyata gas pembakaran. Dan gas pembakaran itu pembakaran apa? Ternyata ada dua, pembakaran arang untuk yang penghangat itu dan pembakaran masakan (barbeque). Jadi dua itu," jelas Komang. Ia menegaskan bahwa sampai saat ini, belum ada petunjuk atau kemungkinan tambahan terkait penyebab kematian selain dua dugaan sumber gas tersebut.
Polisi juga menjelaskan mengapa mereka tidak mencium bau gas saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Gas karbon monoksida (CO) tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa, sehingga sulit dideteksi secara kasat mata. Selain itu, saat pintu tenda dibuka sedikit untuk olah TKP, oksigen dipastikan langsung masuk dan melarutkan sisa gas yang mungkin ada. "Sudah habis ya (gas kompor portable). Jadi gas produknya memang sudah habis dipakai," imbuh Komang.
Sebelumnya diberitakan, penemuan jenazah empat anggota keluarga ini terjadi pada Rabu (27/5) sore. Petugas lokasi wisata Posong awalnya hendak mengingatkan korban untuk check out. Karena tidak ada respons, petugas membuka tenda dan menemukan keempatnya sudah tak bernyawa.
Para korban diidentifikasi sebagai Muhammad Ali Munawar (52) dan istrinya Maghfirah (43), beserta dua putra mereka, Alvino Evan Hakim (17) dan Bagas Amar Hakiki (21). Mereka adalah warga Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Keempat jenazah telah dimakamkan di wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada Kamis (28/5).
Pihak kepolisian berharap penyelidikan berjalan lancar dan hasil bisa segera diumumkan. "Kita doakan biar semuanya lancar segera. Kalau ada perkembangan nanti kan di-update," tutup Komang.
