Dusun Krajan di Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, dikenal luas karena tradisi kurban yang sangat kuat, menghasilkan kelimpahan daging setiap perayaan Idul Adha. Kebiasaan berkurban ini bukan hal baru, melainkan sudah mengakar sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, dokumentasi kegiatan kurban di desa tersebut ditemukan sudah ada sejak tahun 1959.
Fauzi Santoso, Sekretaris Panitia Kurban Krajan, mengonfirmasi bahwa tradisi ini telah berlangsung turun-temurun. "Sejak saya masih kecil memang seperti itu, sudah banyak sohibul kurban. Jika ingin melihat dokumentasi terkait kurban, di tempat Pak Ketua (panitia), Pak Ahmad Hidayat, tersedia lengkap, mulai dari yang kami temukan difoto sekitar tahun '59," ujar Fauzi saat dihubungi pada sebuah kesempatan. Ia menambahkan bahwa generasi saat ini bertugas melanjutkan dakwah untuk mendorong warga agar terus berkurban. "Awalnya mungkin dari para leluhur, sudah turun-temurun. Kita tinggal melanjutkan dakwahnya," jelasnya.
Upaya dakwah yang dilakukan panitia cukup persuasif, khususnya bagi mereka yang dinilai mampu. "Kami berdakwah jika ada orang-orang yang mampu dengan berkata, 'Anda bisa mencicil motor, bisa membeli mobil, masa kurban tidak?'" lanjut Fauzi.
Panitia kurban di Dusun Krajan sendiri secara resmi dibentuk pada tahun 2011. Sejak saat itu, data menunjukkan adanya peningkatan signifikan baik dalam jumlah hewan kurban maupun shohibul kurban (orang yang berkurban) dari tahun 2011 hingga 2025. "Sebetulnya kami di kepanitiaan mulai tahun 2011. Mulai tahun 2011 untuk data lengkap, dari jumlah shohibul kurban, jumlah lembu, dan lain sebagainya ada sampai tahun kemarin 2025," pungkasnya, menunjukkan betapa kuat dan berkembangnya tradisi mulia ini di Dusun Krajan.
