Banjir Dua Hari Tak Surut di Ketitang Wetan Pati: Ratusan Rumah Terdampak, Warga Desak Penanganan Serius

Mei 26, 2026 | 
[lwptoc]

Banjir masih merendam permukiman warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang telah berlangsung selama dua hari tanpa menunjukkan tanda-tanda surut. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (26/5), genangan air mencapai 30 hingga 40 sentimeter di jalanan, dan banyak rumah warga juga masih terendam.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, sebanyak 538 rumah terdampak banjir, meliputi 550 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.050 jiwa. Dari jumlah tersebut, 150 rumah dilaporkan terendam parah, mempengaruhi 162 KK atau 354 jiwa. Selain itu, 25 hektare lahan sawah juga terendam. Kedalaman genangan air di beberapa ruas jalan permukiman bahkan mencapai 80 sentimeter, meskipun hingga kini belum ada laporan warga yang mengungsi.

Warga setempat menyuarakan kekecewaan mereka terhadap penanganan banjir yang dinilai lambat. Ali Masrukin, salah seorang warga, menuturkan bahwa banjir sudah merendam desanya selama dua hari. Meskipun sempat surut, air kembali meninggi setelah hujan deras mengguyur sejak Minggu (24/5) malam. "Sudah dua hari ini, belum surut. Penyebabnya hujan deras tidak reda-reda," kata Ali. Akibat banjir ini, aktivitas sehari-hari warga terganggu, memaksa Ali harus berjalan kaki menuju jalan yang tidak terendam untuk berangkat kerja, setelah menitipkan kendaraannya di lokasi yang aman. Ia berharap pemerintah segera turun tangan menangani banjir, bahkan mengusulkan penggunaan pompa untuk mempercepat proses surutnya air.

Keluhan serupa disampaikan Burhan Udin, warga lainnya, yang mengkritik Pemerintah Kabupaten Pati karena dianggap kurang peka terhadap masalah banjir yang kerap melanda desanya setiap kali hujan. "Pemkab Pati tidak peka, banjir sudah berhari-hari tidak ada penanganan, harusnya ada pompanisasi, ini antisipasi pemerintah tidak ada," tegas Burhan. Ia menambahkan, dalam kurun waktu tiga hari terakhir, desanya sudah dua kali dilanda banjir. Banjir pertama terjadi pada Sabtu (23/5) dan sempat surut, namun kembali datang pada Senin (25/5) akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan tanggul Sungai Widodaren jebol.

Martinus Budi Prasetya dari BPBD Kabupaten Pati menjelaskan bahwa banjir ini dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi serta kiriman air dari hulu Sungai Widodaren yang melintasi Kecamatan Jaken, Pucakwangi, dan Todanan. Faktor lain yang memperparah kondisi adalah pendangkalan Daerah Aliran Sungai (DAS) Widodaren hingga ke laut (Sungai Gedong dan Kaliombo) akibat akumulasi sedimen dan tumpukan sampah yang menyumbat di bawah jembatan, sehingga menghambat aliran air dan memicu genangan yang berkepanjangan.

Bantu Vote 5 Bintang Yuks !!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram