Serabi Notosuman – Oleh Oleh Legendaris Khas Solo

Solo memang terkenal akan kota wisata yang masih kental akan budaya nya. Banyak tempat wisata yang sangat menarik untuk di jadikan tempat berlibur. Contohnya seperti Keraton Solo, Alun alun kota, Benteng Vatenburg, Balaikambang, Edupark dan masih banyak lagi.

Dan jika anda berlibur ke Solo, tak lengkap rasanya jika anda belum mencicipi oleh-oleh legendaris asal Solo ini. Serabi Notosuman yang sudah sangat melegenda ini sudah ada sejak tahun 1920-an. Konon katanya, para penjual serabi berasal dari keturunan yang sama yaitu Hoo Ge Hok.

Brand dari Serabi Notosuman yang terkenal ini sendiri di ambil dari nama jalan, di tempat pertama kali kios serabi legendaris ini di buka. Yaitu jln Notosuman yang sekarang berubah nama menjadi Jln Moh Yamin. Meskipun telah berganti nama, Srabi ini tetap di kenal sebagai Srabi Notosuman.

Serabi Notosuman ini berbeda dengan serabi dari daerah daerah lain. Sebab serabi Notosuman di gulung lalu di bungkus mengunakan daun pisang dan di hidangkan tidak menggunakan kuah sehingga langsung bisa di makan. Serabi Notosuman ini cenderung tipis, lembut, kenyal dan juga legit. Rasa santan nya yang sangat kuat di mulut. Di jamin pasti ada langsung ketagihan.

Sambil membeli, kita juga dapat melihat proses pembuatannya. Prosesnya  pun terbilang masih sederhana dan tradisional. Bahan untuk membuat serabi ini cukup mudah, hanya membutuhkan tepung beras dan santan yang di aduk menjadi adonan kue serabi. Tak lupa juga di tambahkan gula garap dan pandan sebagai pewangi. Lalu adonan tersebut di tuangkan ke dalam wajan kecil di atas tungku lalu di tutup dengan penutup yang terbuat dari tanah liat. Dan memasaknya menggunakan arang bukan kompor. Lalu tunggu hingga serabi mekar.

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu serabi ini matang, kira-kira hanya sekitar 3 menit, serabi siap untuk di hidangkan. Aroma yang keluar dari serabi sangat harum dan menggugah selera. Serabi Notosuman ini tidak menggunakan pengawet. Oleh karena itu serabi ini tidak bertahan lama, hanya bisa bertahan selama 24 jam dan enak di nikmati selagi masih hangat.

Di solo ini ada 2 varian rasa serabi yang lezat. Yaitu serabi polos dan serabi rasa coklat. Keduanya sama sama enak untuk di santap jika masih hangat. Anda bisa membeli serabi Notosuman seharga 1800 untuk serabi polos, dan 2000 untuk serabi coklat. Perbedaan nya pun hanya terletak di toping nya. Jika yang coklat, di taburi meses di atasnya, sedangkan yang polos tidak.

Dan jika anda berminat untuk membeli serabi Notosuman ini untuk oleh-oleh, maka anda bisa membeli serabi paket dus. Satu dus berisi 5 serabi campuran, yaitu serabi polos dan serabi coklat seharga nya 12000. Serabi Notosuman ini tersedia di beberapa pusat oleh oleh di Kota Solo. Dan pusatnya berada di Jalan Mohammad Yamin Surakarta Jawa Tengah.

Serabi Notosuman ini di buat  di 2 tempat berbeda di jalan yang sama. Yaitu Serabi Notosuman milik Ny. Handayani dan Ny. Lidia. Kedua toko ini letaknya berdekatan, karena jarak keduanya beberapa langkah saja. Kios Ny. Handayani berada di jln Moh Yamin no 51 Solo, sedangkan kios Ny. Lidia berada di jln Moh Yamin no 28 Solo. Keduanya sama sama keturunan dari pasangan perintis Hoo geng hook dan Tan giok lan. Meskipun bersumber dari catatan resep yang sama, tetapi ada yang membedakan kedua produk serabi tersebut.

Serabi Notosuman Ny Handayani, di bungkus dengan kardus berwarna oranye. Tokonya pun identik dengan warna oranye. Sehingga sangat kondang dengan sebutan serabi bungkus oranye. Dan juga pengemasan nya sangat sederhana, langsung di tumpuk di dalam kardus yang sudah di beri alas daun pisang tanpa di gulung. Rasa serabi Ny. Handayani cenderung lebih manis dari serabi Ny. Lidia. Harga satu dus nya 23 ribu untuk serabi biasa dan 25 ribu untuk serabi coklat. Selain menjual serabi, di sini juga tersedia jajanan pasar dan camilan ringan. Toko Ny. Handayani ini buka dari jam 05.00 – 19.00 WIB.

Sedangkan serabi Notosuman Ny Lidia, di bungkus dengan kardus berwarna hijau. Dan juga tokonya identik dengan warna hijau. Sehingga memiliki berbeda dengan took Ny. Handayani. Cara pengemasan nya pun berbeda dengan serabi Ny. Handayani karena serabi ini di gulung terlebih dahulu dan dilapisi daun pisang sebelum di kemas di dalam kardus. Serabi Ny. Lidia ini lebih terkenal, bahkan Serabi Ny. Lidia ini juga memiliki cabang di Bandung.

Jadi jika anda sedang berwisata ke Solo jangan lupa untuk mampir ke Srabi Notosuman. Di jamin pasti anda langsung ketagihan.

Leave a Comment