CANDI SUKUH, Candi Kontroversial nan Rindang di Karanganyar

Anda pernah mendengar tentang Candi Sukuh?  Candi ini terletak di lereng barat Gunung Lawu. Lebih tepatnya berada di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kec Ngragoyoso, Kab Karanganyar, Jawa Tengah. Candi Sukuh terletak pada ketinggian 1186 mdpl sehingga membuat udara di sana cukup dingin. Candi ini cukup terkenal di daerah Solo dan sekitarnya.

Jika di tempuh dari Solo, hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam saja. Kalian bisa menggunakan bus jalur Solo – Tawangmangu. Tetapi sebelum anda sampai ke Terminal Tawangmangu, turunlah di Terminal Karangpandan lalu naiklah angkot untuk sampai di Pertigaan Nglorog. Sampai di pertigaan itu, anda bisa naik ojek untuk sampai ke Candi Sukuhnya, karena jalan menanjaknya cukup terjal.

Jika kamu penasaran dengan Candi Sukuh dan berencana mengunjungi nya, pastikan anda tahu 4 hal ini :

Candi Sukuh merupakan candi yang kontroversial

Alasan kenapa candi ini di sebut kontroversial adalah karena arca dan reliefnya yang vulgar. Beberapa relief dan arca nya menggambarkan alat kelamin manusia secara gamblang. Bahkan beberapa ada yang menggambarkan kegunaan dari alat kelamin ini. Oleh karena itu, Candi Sukuh ini juga disebut Candi Mesum yang Kontroversial.

Candi ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Majapahit

Candi ini dipercaya sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit yang pusatnya ada di Jawa Timur. Candi yang menjadi salah satu simbol Kerajaan Majapahit dengan Patih Gajahmada nya yang tersohor. Candi Sukuh di bangun pada abad ke 15, dan pada saat itu Kerajaan Majapahit sedang mengalami masa kemunduran.

Ada mitos bagi wanita

Tidak cukup dengan relief dan arca nya yang menggambarkan alat kelamin sehingga menjadikan candi ini kontroversial. Namun juga terdapat bangunan candi yang membentuk piramida dengan sebuah terowongan yang sempit di dalamnya. Terowongan sempit ini jalan untuk menuju ke pelataran bagian paling atas candi. Dan terdapat mitos yang beredar bahwa wanita yang melewati terowongan ini dan baju nya robek, maka wanita itu sudah tidak perawan lagi. Tapi benar tidak nya itu sesuai kepercayaan masing masing. Karena itu hanya mitos dan hal  itu belum tentu benar.

Candi ini mirip dengan Chichen Itza yang ada di Meksiko

Di Meksiko terdapat sebuah kuil peninggalan Suku Maya (800SM) . Peninggalan tersebut disebut dengan Chichen Itza. Dan jika diperhatikan secara seksama bentuknya hampir sama dengan Candi Sukuh, namun bedanya Chichen Itza ukurannya lebih besar. Bentuknya sama sama menyerupai seperti Piramida. Namun meskipun begitu, kedua nya merupakan peninggalan dari nenek moyang masing masing.

Sejarah Candi Sukuh

Candi Sukuh ini di perkirakan di bangun pada abad ke 15 dengan berlatar kan agama hindu. Candi Sukuh pun dinilai menyimpang dari ciri sebuah candi menurut kitab pedoman Wastu Widya. Karena seharusnya bentuk dasar sebuah candi yaitu bujur sangkar dengan tempat paling suci berada di tengah. Adanya penyimpangan tersebut dipercayai karena memudarnya pengaruh Hinduisme yang ada di Jawa.

Memudarnya pengaruh Hinduisme tersebut ternyata menghidupkan lagi unsur – unsur budaya  Zaman Megalitikum. Salah satu ciri dari zaman pra sejarah itu ditandai dengan candi yang berbentuk teras berundak. Karena bentuk teras berundak merupakan ciri dari bangunan suci pada zaman pra Hindu. Ciri lainnya yaitu letak bagian paling sucinya yang berada di bagian paling tinggi dan bagian yang paling belakang.

Menurut para ahli, Candi Sukuh dibangun dengan tujuan pengruwatan, yaitu untuk melepaskan dan menangkal kekuatan buruk yang ada di kehidupan seseorang dengan ciri ciri tertentu yang ada pada orang tersebut. Dugaan berdasarkan pada relief garudheya dan sudamala yang menggambarkan pengruwatan, dan arca garuda beserta kura kura yang ada di Candi Sukuh ini.

Saat anda memasuki kawasan Candi Sukuh, anda akan melihat relief lingga dan yoni yang menggambarkan hubungan badan. Namun jangan berfikir aneh aneh dahulu, karena relief tersebut merupakan lambang untuk menyembuhkan dan menghilangkan segala kotoran yang ada di dalam hati.

Lalu di bagian sayap utara gapura pintu masuk Candi Sukuh terdapat sebuah relief raksasa yang sedang menggigit ular. Relief ini sendiri melambangkan tahun pembuatan yaitu tahun 1437 Masehi atau 1359 saka. Tahun tersebut diangap sebagai tahun selesai nya Candi Sukuh dibangun. Dan di bagian sayap selatan terdapat relief yang artinya sama dengan sayap bagian utara. Namun bentuknya beda, yaitu relief raksasa yang sedang menggigit manusia.

Banyak hal lain yang dapat anda temui di Candi Sukuh ini, seperti relief Dewi Kala yang berubah menjadi raksasa dan ingin memangsa Sadewa yang sedang dalam keadaan terikat. Lalu terdapat juga relief bima bersama dengan ganesha dan arjuna yang menggambarkan mereka sedang menempa keris. Ada juga yang sangat controversial yaitu terdapat beberapa patung pria yang sedang memegang alat kelaminnya.

Begitulah hal hal Kontroversial tentang Candi Sukuh. Meskipun begitu di balik diamnya Candi ini menyimpan begitu banyak cerita yang akan membuat anda penasaran untuk mengunjungi nya.

Leave a Comment